Selasa, 22 September 2020

Terima Pinangan Jadi Calon Wapres, Kamala Harris: Joe Biden akan Bangun Amerika

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Senator Kamala Harris digandeng Joe Bidden sebagai calon wakil presiden Amerika dalam pemilihan presiden November 2020. [CNN]

    Senator Kamala Harris digandeng Joe Bidden sebagai calon wakil presiden Amerika dalam pemilihan presiden November 2020. [CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Senator negara bagian California, Kamala Harris menyatakan dirinya merasa terhormat dipilih Joe Biden sebagai pasangannya dalam pemilihan presiden November 2020.

    Mantan jaksa agung negara bagian California ini menegaskan dirinya akan melakukan apa saja yang diperlukan untuk menjadikan Joe Biden sebagai "Panglima Tertinggi Kami."

    "@JoeBiden dapat menyatukan orang Amerika karena dia menghabiskan hidupnya berjuang untuk kita. Dan sebagai presiden, dia akan membangun Amerika sesuai cita-cita kita," cuit Kamala Harris menanggapi Biden yang telah memilihnya sebagai calon wakil presiden dalam pemilihan presiden November mendatang.

    Biden membuat sejarah dengan pertama kali memilih perempuan keturunan Afrika-India sebagai calon wakil presiden Amerika.

    Istri Biden, Jill Biden mendukung dan menyambut pilihan suaminya menjadikan Kamala Harris sebagai pasangannya maju dalam pemilihan presiden Amerika.

    Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Orang Berwarna atau NAACP mengatakan keputusan Biden memilih Kamala Harris sebagai pasangannya dalam pemilihan presiden Amerika November mendatang sebagai momen menentukan dalam sejarah Amerika.

    "Momen ini telah lama tertunda. Sudah terlalu lama, kita telah meremehkan kekuatan politik perempuan Hitam dan peran mereka dalam membentuk budaya, komunitas, dan negara kita," kata Derrick Johnson, ketua dan CEO NAACP dalam pernyataannya kemarin, 11 Agustus 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.