Selasa, 22 September 2020

Kuba Tetapkan Lockdown Covid-19 di Ibu Kota Havana

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perawat Yosian Diago memeriksa dari rumah ke rumah untuk orang-orang dengan gejala Covid-19 di tengah kekhawatiran tentang penyebaran penyakit virus corona, di pusat kota Havana, Kuba, 8 Juni 2020. [REUTERS / Alexandre Meneghini]

    Perawat Yosian Diago memeriksa dari rumah ke rumah untuk orang-orang dengan gejala Covid-19 di tengah kekhawatiran tentang penyebaran penyakit virus corona, di pusat kota Havana, Kuba, 8 Juni 2020. [REUTERS / Alexandre Meneghini]

    TEMPO.COHavana – Pemerintah Kuba menetapkan Ibu Kota Havana kembali berstatus karantina wilayah atau lockdown terkait melonjaknya kasus baru virus Corona atau Covid-19.

    Pemerintah memerintahkan restoran, kelab malam, pub dan tempat renang publik untuk kembali tutup.

    Pemerintah juga menunda operasi sejumlah transportasi publik dan melarang masyarakat datang ke pantai untuk berjemur.

    “Kita menyaksikan wabah baru terjadi lagi yang membuat seluruh populasi berisiko,” kata Jose Angel Portal, menteri Kesehatan Kuba, dalam jumpa pers pada Ahad, 9 Agustus 2020, seperti dilansir Reuters.

    Kuba sempat tercatat sebagai negara dengan kisah sukses penanganan pandemi Covid-19.

    Namun, pemerintah melakukan relaksasi pembatasan lockdown pada Juli 2020 setelah jumlah kasus baru turun drastis di bawah sepuluh kasus per hari.

    Jumlah kasus baru meningkat dalam dua pekan terakhir seperti pada April dengan 59 kasus pada Sabtu. Pemerintah merasa khawatir situasi ini bisa menjadi tidak terkontrol.

    Saat ini, jumlah kasus Covid-19 atau Corona di dunia mencapai 19,64 juta kasus. Jumlah korban meninggal sebanyak sekitar 725 ribu dengan 11,87 juta kasus pasien sembuh setelah dirawat di rumah sakit seperti dilansir Johns Hopkins University.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.