Covid-19 Naik, Pakar Swiss Minta Pemerintah Batasi Kegiatan Publik

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan warga berjemur dan bermain air saat menikmati cuaca panas di sungai Limmat, di tengah pandemi COVID-19  di Zurich, Swiss, 27 Juni 2020. REUTERS/Arnd Wiegmann

    Puluhan warga berjemur dan bermain air saat menikmati cuaca panas di sungai Limmat, di tengah pandemi COVID-19 di Zurich, Swiss, 27 Juni 2020. REUTERS/Arnd Wiegmann

    TEMPO.CO, Zurich – Pemerintah Swiss sebaiknya memperketat pembatasan kegiatan masyarakat setelah terjadi lonjakan kasus harian Covid-19.

    Ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya lockdown yang lebih ketat di masa depan. Saat ini, Swiss mengalami lonjakan kasus baru harian Covid-19 sebanyak 200 kasus. Jumlah ini melonjak drastis dari sekitar 35 kasus per hari pada Juni.

    Kepala Gugus Tugas Covid-19 Swiss, Martin Ackermann, mengatakan negara berada pada momen menjelang lonjakan kasus Covid-19 lebih besar.

    Saat ini, menurut pimpinan lembaga yang bertugas menyediakan nasehat ilmiah penanganan Covid-19 kepada pemerintah, Swiss tidak memiliki ruang untuk bermanuver.

    “Kita harus mengintervensi sejak awal untuk mencegah lonjakan eksponensial kasus baru,” kata Ackermann kepada media SonntagsZeitung seperti dilansir Reuters pada Ahad, 2 Agustus 2020.

    Ackermann mengatakan jika ini tidak dilakukan maka ada risiko drastis dan pembatasan yang lebih ketat dan mahal secara ekonomi di masa depan. “Hal ini harus dicegah sebisa mungkin,” kata dia.

    Otoritas Swiss telah mencabut lockdown parsial yang diterapkan pada Maret. Saat ini, ada lebih 35 ribu kasus dan sebanyak lebih 1.700 orang meninggal dunia karena Covid-19. Swiss memiliki populasi 8.6 juta jiwa.

    Pandemi Covid-19 atau virus Corona menyebar dari Kota Wuhan, Cina bagian tengah sejak Desember 2019 seperti dilansir CNN. Wabah ini telah menyebar ke berbagai dunia dengan jumlah kasus mencapai sekitar 17.85 juta kasus dan lebih 683 ribu kasus kematian. Ada 10.32 juta kasus yang berhasil sembuh setelah menjadi perawatan di rumah sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.