Kantor Pos di Inggris Tutup karena Covid-19

Reporter

Editor

Budi Riza

Sejumlah pegawai di kantor pos Royal Mail di Inggris terpapar Covid-19. Reuters

TEMPO.CO, London - Pandemi Covid-19 atau virus Corona menginfeksi sejumlah staf di kantor pos Royal Mail di Inggris, yang mengakibatkan ribuan surat dan paket tidak bisa terkirim.

“Sejumlah staf di kantor di Swindon, Wiltshire, terpapar Covid-19 sehingga kegiatan operasional perusahaan terhenti,” begitu dilansir Mirror pada Rabu, 22 Juli 2020.

Ini membuat ada enam wilayah kode pos yang tidak akan mendapatkan layanan pengiriman surat dan paket selama beberapa waktu ke depan.

“Manajemen melakukan pembersihan mendalam di kantor dan ratusan pegawai di minta pulang,” begitu dilansir Mirror.

Menurut juru biara kantor Royal Mail, yang berdiri sejak tahun 1500an ini, manajemen mengutamakan kesehatan dan keselamatan pegawai terkait infeksi Covid-19 atau Corona.

“Kami juga membuat sejumlah langkah untuk melindungi pelanggan dan para pegawai,” kata juru bicara perusahaan, yang memiliki total pegawai sekitar 162 ribu orang di berbagai negara.

Ini misalnya, perusahaan hanya mengizinkan satu orang berada di dalam mobil pengiriman surat dan paket. “Kami menerapkan aturan social distancing, yang juga disetujui pegawai,” kata juru bicara perusahaan.

Wabah Corona ini, seperti dilansir Channel News Asia, menyebar pertama kali di Kota Wuhan, Cina bagian tengah pada Desember 2019. Wabah ini menimbulkan korban jiwa di sekitar 190 negara dengan korban mengalami sakit pernapasan.






Bahlil Singgung Krisis Ekonomi di Inggris dan Lonjakan Inflasi di AS: Jika Tidak Waspada ...

3 jam lalu

Bahlil Singgung Krisis Ekonomi di Inggris dan Lonjakan Inflasi di AS: Jika Tidak Waspada ...

Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan krisis di Inggris adalah contoh potensi musibah ekonomi secara global.


Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

5 jam lalu

Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

Iran memanggil duta besar Inggris untuk kedua kalinya sejak protes nasional meletus bulan lalu, karena menilai Barat memprovokasi demo


Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

8 jam lalu

Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan sehingga tak dianjurkan digunakan untuk campuran diffuser.


Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

17 jam lalu

Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

Usai mengidap Covid-19 ternyata dapat mempengaruhi fungsi kogitif otak. Apa efek samping lainnya?


4 Oktober Hari Hewan Sedunia, Sejak Kapan?

1 hari lalu

4 Oktober Hari Hewan Sedunia, Sejak Kapan?

4 Oktober diperingati sebagai Hari Hewan Sedunia, untuk mencintai, menghargai, dan menghormati seluruh spesies hewan. Begini asal usulnya.


Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

1 hari lalu

Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

Inggris menyambut baik pernyataan penolakan Indonesia tentang referendum palsu Rusia dan pencaplokan secara ilegal wilayah kedaulatan Ukraina.


Inggris Janji Akan Terus Dukung Ukraina

1 hari lalu

Inggris Janji Akan Terus Dukung Ukraina

Inggris memiliki ketahanan strategis untuk mendukung Ukraina sampai perang dengan Rusia dimenangkan


PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

1 hari lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


Wabah Sifilis Hantui Eropa, Bintang Film Dewasa Inggris Takut Syuting

2 hari lalu

Wabah Sifilis Hantui Eropa, Bintang Film Dewasa Inggris Takut Syuting

Eropa dihantui wabah sifilis sehingga membuat bintang film dewasa berhenti bekerja. Mereka menuntut dibentuknya serikat pekerja bintang film panas. .


Raja Charles III Disebut Tak Akan Hadiri Pertemuan United Nations COP27

3 hari lalu

Raja Charles III Disebut Tak Akan Hadiri Pertemuan United Nations COP27

Sumber di Kerajaan Inggris menyebut Raja Charles III bakal absen dari United Nations COP27 summit, namun hal ini belum dikonfirmasi Kerajaan.