Covid-19, Polisi Inggris Bubarkan Pesta Ilegal, Peserta Melawan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan orang terlihat menghadiri pesta remaja Inggris di Daisy Nook Park, Manchester. Manchester Evening News/Mirro

    Ribuan orang terlihat menghadiri pesta remaja Inggris di Daisy Nook Park, Manchester. Manchester Evening News/Mirro

    TEMPO.COLondon – Polisi Inggris mengalami serangan dari massa saat mencoba membubarkan pesta ilegal, yang dikhawatirkan menjadi pemicu penyebaran Covid-19 atau virus Corona.

    Sekelompok orang yang menghadiri pesta terekam kamera melempari polisi dengan batu, dan botol di daerah White City, London barat.

    “Polisi berusaha membubarkan sebuah acara musik tanpa izin saat mendapat serangan dari massa di lokasi,” kata juru bicara Polisi Metropolitan London seperti dilansir Mirror pada Sabtu, 4 Juli 2020.

    Polisi mengerahkan sekitar 200 orang petugas. Sebagian dari mereka mengenakan pakaian anti-huru hara. Dua helikopter terbang di atas lokasi untuk memantau keadaan.

    “Petugas berusaha berbicara kepada massa yang hadir agar meninggalkan lokasi acara musik. Tapi mereka bersikap bermusuhan,” kata juru bicara polisi.

    Sebagian peserta pesta mulai melempari polisi dengan batu dan botol. Ini membuat polisi mundur untuk konsolidasi.

    Acara musik ini akhirnya bisa dibubarkan pada sekitar pukul satu dinihari. Polisi tidak melakukan penangkapan meski mengalami serangan secara fisik.

    Pemerintah Inggris mulai melonggarkan lockdown Covid-19 untuk memudahkan publik bekerja dan beraktivitas. Namun, ada sejumlah kegiatan yang belum mendapat izin seperti konser musik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.