Putin Minta Rakyat Rusia Dukung Amandemen Konstitusi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Kepala Staf Angkatan Darat Rusia, Oleg Salyukov, pergi setelah Parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah di Moskow, Rusia 24 Juni 2020. [REUTERS / Maxim Shemetov]

    Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Kepala Staf Angkatan Darat Rusia, Oleg Salyukov, pergi setelah Parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah di Moskow, Rusia 24 Juni 2020. [REUTERS / Maxim Shemetov]

    TEMPO.CO, Moskow – Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyerukan untuk terakhir kalinya kepada rakyat Rusia pada Selasa, 30 Juni 2020, agar mendukung pemungutan suara terkait perubahan konstitusional.

    Perubahan konstitusi ini bakal memungkinkan Putin mencalonkan diri lagi sebagai Presiden sebanyak dua kali. Ini berpotensi memperpanjang kekuasaannya hingga 2036.

    Putin mengatakan ini di lokasi terjadinya pertempuran berdarah saat Perang Dunia II.

    Ini juga merupakan hari terakhir dari tujuh hari referendum, yang akan mengubah konstitusi untuk pertama kali sejak 1993.

    “Kita  tidak hanya memilih melakukan amandemen. Kita memberi suara untuk negara tempat kita ingin hidup, negara tempat kita bekerja dan negara untuk anak cucu kita," kata Putin seperti dilansir Reuters pada Selasa, 30 Juni 2020.

    Jajak pendapat yang keluar menunjukkan perubahan akan didukung oleh lebih dari dua pertiga pemilih.

    Amandemen konstitusi ini memungkinkan mantan perwira KGB berusia 67 tahun itu untuk mencalonkan diri kembali selama dua periode masa jabatan enam tahun berturut-turut setelah masa jabatannya habis pada 2024.

    Putin memiliki tingkat dukungan publik sebanyak 60 persen dari puncaknya sebanyak 90 persen seperti dilansir lembaga jajak pendapat Levada.  

    Ramzan Kadyrov, kepala pemerintahan Chechnya yang didukung Kremlin, mengatakan kepada para pembantunya bahwa Putin harus menjadi presiden seumur hidup.

    Checnya adalah republik ang terletak di wilayah Kaukasus Rusia dan sebagian besar warganya Muslim. "Sekarang siapa yang bisa menggantikan Putin?" kata Kadyrov. "Tidak ada pemimpin kelas dunia seperti itu dan kita harus bangga akan hal itu.”

    ADITYO NUGROHO  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.