Otoritas Iran Kampanye Pemakaian Masker Wajah Covid-19

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wabah virus corona (Covid-19) di Iran. Sumber: Reuters/asiaone.com

    Ilustrasi wabah virus corona (Covid-19) di Iran. Sumber: Reuters/asiaone.com

    TEMPO.COTeheran – Pemerintah Iran menggelar kampanye pemakaian masker wajah pada Sabtu, 27 Juni 2020, setelah terjadinya peningkatan kasus baru Covid-19.

    Iran menjadi salah satu negara dengan wabah Covid-19 terparah di dunia selain AS, Inggris, Italia, Spanyol, Cina, Brasil dan Meksiko.

    “Kasus baru Covid-19 di Iran terus bertambah sejak pelonggaran pembatasan kegiatan sosial dan ekonomi dilakukan sejak pertengahan April 2020,” begitu dilansir Reuters pada Sabtu, 27 Juni 2020.

    Pemerintah meluncurkan kampanye #SayaPakaiMasker. Menurut data pemerintah, setiap 33 detik ada satu orang terpapar Covid-19. Dan setiap 13 menit, ada satu orang meninggal.

    Jumlah korban meninggal bertambah seratus orang dalam sembilan hari untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir.

    Otoritas Iran juga mencatat ada penambahan 2.456 kasus baru Covid-19 selama 24 jam terakhir. Ini membuat jumlah total korban terinfeksi Covid-19 menjadi 220.180 orang.

    “Jumlah korban tewas sebanyak 125 orang menjadi total 10.364 orang,” kata Sima Sadat, menteri kesehatan Iran.

    Deputi kementerian Kesehatan Iran mengatakan ada 120 kasus baru Covid-19 atau Corona setelah pesta ulang pernikahan.

    Seperti dilansir Channel News Asia, pandemi Corona ini merebak di Kota Wuhan pada Desember 2019. Namun, seperti dilansir CNN, tim peneliti dari Harvard University menduga wabah ini mulai menyebar sejak pertengahan 2019 di Kota Wuhan, Cina.

    Saat ini, jumlah kasus Covid-19 telah melewati 10 kasus di seluruh dunia. Jumlah korban meninggal sebanyak sekitar 500 ribu orang dengan jumlah korban sembuh sebanyak 5.05 juta orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.