Brazil Mulai Kehabisan Tempat untuk Menguburkan Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas penggali makam menggali ulang kuburan para pasien virus corona agar bisa mendapatkan ruang untuk menguburkan korban Covid-19 yang terus bertambah. Sumber: RAPHAEL ALVES/EPA-EFE/Shutterstock/mirror.co.uk

    Petugas penggali makam menggali ulang kuburan para pasien virus corona agar bisa mendapatkan ruang untuk menguburkan korban Covid-19 yang terus bertambah. Sumber: RAPHAEL ALVES/EPA-EFE/Shutterstock/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Brazil terpaksa menggali lagi makam pasien yang meninggal karena virus corona atau Covid-19 agar bisa mendapatkan ruang lebih untuk mengubur pasien berikutnya yang meninggal. Angka kematian akibat virus corona di Brazil terus mengalami kenaikan.

    Dikutip dari mirror.co.uk, angka pasien virus corona yang meninggal di Brazil sebanyak 42.791 orang. Sedangkan jumlah kasus virus corona di Samba itu sebanyak 851 ribu kasus.

    Brazil telah menjadi negara kedua di dunia yang paling terpukul oleh wabah virus corona setelah Amerika Serikat. Di urutan ketiga, diisi oleh Inggris.

    Petugas makam di Brazil menggali ulang kuburan para makam pasien virus corona dan makam lama agar bisa mendapatkan ruang untuk memakamkan pasien-pasien meninggal virus corona lainnya. Sumber: mirror.co.uk/Getty Images

    Brazil telah menjadi pusat wabah virus corona di kawasan Amerika Selatan. Kota Sao Paulo telah menjadi area dengan angka kematian tertinggi, yakni 5.480 pasien virus corona yang meninggal.

    Belum lama ini, tersebar foto-foto memprihatinkan saat otoritas menggali ulang makam-makam pasien meninggal virus corona demi bisa menyisakan ruang bagi pasien lain yang juga tidak dapat diselamatkan.

    Otoritas pengelola makam di Kota Sao Paulo mengatakan mereka yang meninggal tiga tahun lalu akan digali lagi makamnya agar lebih banyak ruang tersisa bagi para korban meninggal Covid-19. Para penggali kubur akan mengumpulkan tulang-belulang mereka yang sudah meninggal lalu menempatkannya di ruang penyimpanan sebelum di kirim ke tempat-tempat pemakaman khusus yang sudah disiapkan dalam tempo 15 hari ke depan.

    Dalam pernyataan, tulang-belulang mereka yang sudah meninggal tiga tahun lalu itu, rencananya akan ditempatkan di ossuaries umum. Ossuaries adalah sebuah gedung atau sumur atau tempat yang dibangun khusus sebagai tempat peristirahatan terakhir sisa-sisa kerangka manusia.

    Seorang petugas penggali kubur di Sao Paolo, Adenilson Costa, mengutarakan kekhawatirannya karena saat ini lockdown di Brazil mulai dilonggarkan bertahap. Pada April tercatat mereka telah memakamkan 1.654 orang di kawasan pemakaman itu. Jumlah itu naik dibanding Maret yang lebih dari 500 orang.

    “Mal-mal dan toko-toko mulai dibuka. Kami sungguh khawatir. Kami tidak memberlakukan jam malam, padahal kami masih di puncak penyebaran virus corona dan tak banyak masyarakat yang menyadari hal ini,” kata Costa.

    Costa menceritakan saking sibuknya menyiapkan makam, dia bahkan sampai tidak tahu kerabatnya dimakamkan tak jauh dari lokasinya berada. Presiden Brazil Jair Bolsonaro saat ini dihujani kritik terkait caranya menangani pandemik virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.