Distrik di Beijing Siaga Satu Khawatir Gelombang Kedua Covid-19

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengenakan masker di sebuah bar setelah dibuka kembali lockdown akibat wabah Virus Corona di Shanghai, Cina, 22 Mei 2020. REUTERS/Aly Song

    Pengunjung mengenakan masker di sebuah bar setelah dibuka kembali lockdown akibat wabah Virus Corona di Shanghai, Cina, 22 Mei 2020. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.COBeijing – Satu distrik di Ibu Kota Beijing, Cina, menerapkan kesiagaan ala masa perang setelah satu klaster paparan Covid-19 terdeteksi di salah satu pasar besar.

    Otoritas Beijing langsung melarang kegiatan wisata pada Sabtu, 13 Juni 2020.

    “Klaster baru ini memicu kekhawatiran munculnya gelombang kedua Covid-19,” begitu dilansir Reuters pada Sabtu, 13 Juni 2020.

    Pejabat Distrik Fengtai, di Beijing barat daya, Chu Junwei, mengatakan distrik ini menerapkan kesiagaan darurat ala masa perang.

    Ini terjadi setelah 45 orang dari 517 orang yang menjalani tes swab di pasar serba ada Xinfadi terbukti terinfeksi Corona.

    “Namun, tidak satupun dari mereka menunjukkan gejala Covid-19,” kata Chu.

    Seorang juru bicara Kota Beijing mengatakan ada enam pasien Covid-19 yang terkonfirmasi mengunjungi pasar itu pada Jumat kemarin.

    “Ibu kota Beijing melarang semua kegiatan olahraga dan wisata domestik secepatnya,” kata juru bicara ini.

    Chu mengatakan pemerintah telah melakukan lockdown atas 11 kawasan pemukiman, yang berada di dekat pasar Xinfadi ini.

    Saat ini, wabah Covid-19 atau Corona telah menginfeksi sekitar 7.66 juta orang di seluruh dunia. Wabah ini juga telah menewaskan sekitar 420 ribu orang di 190 negara.

    Meski sejumlah negara melaporkan penurunan kasus baru Covid-19, jumlah kasus baru per hari justru mencapai rekor baru-baru ini sebanyak sekitar 146 ribu kasus di seluruh dunia.

    Wabah Covid-19 ini terdeteksi pertama kali di Kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, Cina, pada Desember 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.