Uang Jaminan Dalam Kasus Tewasnya George Floyd Naik

Reporter

Editor

Budi Riza

Foto mugshot Derek Chauvin berbaju tahanan yang dirilis di sebuah penjara di Minneapolis, Minnesota, US. Ia ditangkap setelah terekam video menindih leher George Floyd dengan lutut hingga tidak dapat bernafas dalam sebuah penangkapan, hingga korban pingsan dan tewas setelah dirawat di rumah sakit. Department of Corrections Minnesota/Reuters

TEMPO.COMinneapolis – Besaran uang jaminan bagi bekas polisi Derek Chauvin, yang terlibat kasus pembunuhan pria kulit hitam George Floyd, menjadi lebih besar.

Ini terjadi setelah hakim memutuskan menambah jumlah uang jaminan sebesar US$250 ribu atau sekitar Rp3.5 miliar menjadi US$1.25 juta atau sekitar Rp17.5 miliar.

“Chauvin dan pengacaranya tidak berkeberatan dengan persyaratan uang jaminan ini,” begitu dilansir Star Tribune seperti dikutip Reuters pada Senin, 8 Juni 2020.

Chauvin muncul di pengadilan lewat siaran video call. “Tangannya diborgol dan dia mengenakan pakaian oranye terusan,” begitu dilansir Reuters.

Chauvin duduk dengan sebuah meja kecil di depannya. Hanya segelintir wartawan termasuk Star Tribune yang diizinkan meliput langsung jalannya persidangan perdana ini.

Derek terkena tuntutan hukum pembunuhan tingkat dua dan tiga dan manslaughter dalam kasus tewasnya George Floyd pada 25 Mei 2020.

Chauvin menangkap Floyd setelah mendapat laporan petugas supermarket bahwa pria kulit hitam ini membeli rokok menggunakan uang palsu.

Chauvin terekam menindih leher belakang Floyd dengan dengkul selama nyaris 9 menit saat melakukan proses penangkapan itu.

“Saya tidak bisa bernapas,” kata Floyd seperti terekam dalam video.

Meninggalnya Floyd memicu kemarahan warga AS dan sejumlah negara karena adanya nuansa rasis dalam tindakan Chauvin itu.

Gelombang aksi unjuk rasa terjadi di sejumlah kota besar di AS seperti New York, Washington, Atlanta, dan Los Angeles.

Sejumlah penjarahan besar-besaran juga terjadi di sejumlah pusat perbelanjaan mahal saat demonstrasi berlangsung seperti dilansir Channel News Asia.

Polisi New York mengaku merasa kecolongan karena tim intelijen tidak berhasil mengendus peristiwa penjarahan toko di kawasan elit Fifth Avenue di tengah demonstrasi bela George Floyd.






PBB: Swiss Miliki Masalah Rasisme Sistemik

3 hari lalu

PBB: Swiss Miliki Masalah Rasisme Sistemik

Laporan komite PBB dalam rapat Dewan HAM menunjukkan Swiss memiliki masalah rasisme sistemik yang serius terhadap orang-orang keturunan Afrika


Uya Kuya Lebih Pilih Naik Pesawat Kelas Ekonomi ke Amerika: Biar Hemat

3 hari lalu

Uya Kuya Lebih Pilih Naik Pesawat Kelas Ekonomi ke Amerika: Biar Hemat

Uya Kuya memberikan jawaban menohok ketika disinggung soal naik pesawat kelas ekonomi setelah mengantar putrinya kuliah di Amerika.


Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

4 hari lalu

Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

Gas air mata adalah gas yang menyakitkan karena secara langsung mengaktivasi reseptor-reseptor saraf yang membuat kita bisa merasakan sakit.


Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

9 hari lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

9 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

Luhut Binsar Panjaitan meminta Indonesia harus kompak menghadapi ancaman resesi global 2023.


Otopsi: Pria Kulit Hitam Ini Tewas karena Suntikan Paramedis setelah Ditangkap Polisi

13 hari lalu

Otopsi: Pria Kulit Hitam Ini Tewas karena Suntikan Paramedis setelah Ditangkap Polisi

Elijah McClain, pria kulit hitam yang ditangkap polisi di Colorado, AS pada 2019, meninggal karena overdosis obat penenang ketamin dari paramedis


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

15 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


50 Tahun Korea Selatan-Indonesia: Solusi Sikapi Konflik AS-Cina di Indo-Pasifik

20 hari lalu

50 Tahun Korea Selatan-Indonesia: Solusi Sikapi Konflik AS-Cina di Indo-Pasifik

Hubungan Indonesia-Korea Selatan diprediksi kian erat di tengah ketegangan di kawasan Indo-Pasifik antara Amerika Serikat dan Cina.


Biden Ajak Perangi Rasisme dan Ekstremisme, Tuding Medsos Sebar Kebencian

21 hari lalu

Biden Ajak Perangi Rasisme dan Ekstremisme, Tuding Medsos Sebar Kebencian

Presiden Biden meminta orang Amerika lantang menentang rasisme dan ekstremisme, berharap Kongres hentikan medsos sebar kebencian


Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

24 hari lalu

Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

Pemulangan keluarga ISIS ke negara asalnya memakan waktu yang panjang, hingga empat tahun. Padahal kondisi kamp sudah tidak aman