Redaktur Senior Mundur Terkait Berita Demo George Floyd

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengunjuk rasa merusak sebuah toko di dekat kantor polisi Minneapolis, di mana mereka berkumpul usai seorang petugas polisi kulit putih menewaskan seorang pria Afrika-Amerika George Floyd, yang kemudian meninggal di sebuah rumah sakit, di Minneapolis , Minnesota, AS, 27 Mei 2020. REUTERS/Nicholas Pfosi

    Para pengunjuk rasa merusak sebuah toko di dekat kantor polisi Minneapolis, di mana mereka berkumpul usai seorang petugas polisi kulit putih menewaskan seorang pria Afrika-Amerika George Floyd, yang kemudian meninggal di sebuah rumah sakit, di Minneapolis , Minnesota, AS, 27 Mei 2020. REUTERS/Nicholas Pfosi

    TEMPO.CO, Philadelphia - Seorang redaktur senior di media The Philadelphia Inquirer mengajukan pengunduran diri setelah menerbitkan sebuah artikel dengan judul yang dianggap tidak pantas terkait demo protes tewasnya George Floyd.

    Stan Wischnowski menyatakan mundur empat hari setelah menerbitkan berita utama dengan judul “Buildings Matter, Too”, terkait kerusakan yang terjadi saat demonstrasi membela George Floyd di sejumlah kota di AS.

    “Philadelphia Inquirer menerbitkan berita utama pada Selasa kemarin yang dianggap sangat tidak pantas. Kami seharusnya tidak menerbitkan berita itu,” begitu pernyataan dari tim redaksi media ini seperti dikutip News pada Ahad, 7 Juni 2020.

    Tim redaksi meminta maaf atas munculnya berita itu. Wischnowski juga telah meminta maaf sehari setelah menerbitkan berita yang dinilai kontroversial itu.

    Judul dari berita utama itu dinilai menyamakan gerakan "Black LIves Matter" yang membela nyawa seorang warga yang tewas saat ditangkap polisi dengan rusaknya sejumlah gedung akibat kerusuhan.

    “Ini tidak bisa diterima,” begitu pernyataan dari tim redaksi. Belasan staf redaksi dikabarkan sempat tidak masuk kerja dengan alasan sakit saat berita utama itu muncul.

    Seperti dilansir Reuters, seorang polisi kulit putih bernama Derek Chauvin menangkap George Floyd, 46 tahun, atas laporan berbelanja menggunakan uang palsu.

    Chauvin menindih leher belakang George Floyd dengan dengkul selama nyaris 9 menit, yang membuat pria kulit hitam itu mengatakan tidak bisa bernapas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.