Corona, Kanselir Merkel Gelontorkan Paket Stimulus Tambahan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanselir Jerman Angela Merkel berbicara saat konferensi pers tentang virus Corona di Berlin, Jerman, 11 Maret 2020. [REUTERS / Axel Schmidt]

    Kanselir Jerman Angela Merkel berbicara saat konferensi pers tentang virus Corona di Berlin, Jerman, 11 Maret 2020. [REUTERS / Axel Schmidt]

    TEMPO.COBerlin – Kanselir Jerman, Angela Merkel dan koalisi partai pendukung menyepakati paket stimulus ekonomi untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi, yang melamban akibat wabah virus Corona atau Covid-19.

    “Paket stimulus ekonomi ini berjumlah sekitar 130 miliar Euro untuk 2020 – 2021,” kata Merkel seperti dilansir Reuters pada Kamis, 4 Juni 2020. Ini setara dengan sekitar Rp2 ribu triliun.

    Merkel mengatakan sebanyak sekitar 120 miliar Euro akan digunakan oleh pemerintah federal Jerman.

    “Sehingga kita memiliki paket stimulus ekonomi, yang merupakan paket untuk masa depan,” kata dia.

    Menurut Merkel, paket stimulus ekonomi ini termasuk subsidi pajak pertambahan nilai untuk meningkatkan konsumsi publik.

    Ini merupakan paket stimulus tambahan dari nilai yang telah diluncurkan 750 miliar euro atau sekitar Rp12 ribu triliun.

    Paket ini telah disepakati pada Maret dan memasukkan dana untuk pembiayaan utang senilai sekitar 156 miliar euro atau sekitar Rp2.500 triliun.

    Jerman meggelontonrkan paket stimulus ekonomi termasuk bantuan langsung tunai serta pinjaman lunak yang totalnya setara dengan 30 persen Produk Domestik Bruto.

    Jumlah ini jauh melampaui semua paket stimulus ekonomi yang digelontorkan oleh negara-negara di Uni Eropa.

    Menteri Keuangan Olaf Scholz mengatakan paket stimulus ekonomi ini akan didanai sebagian lewat penerbitan utang.

    Masih ada rencana utang sekitar 60 miliar euro yang belum digunakan dan akan segera diterbitkan.

    Jerman mampu mengeluarkan uang lebih banyak untuk membangkitkan ekonominya karena memiliki neraca anggaran yang relatif berimbang sejak 2014.

    Rasio utang terhadap produk domestik bruto tercatat sebesar 60 persen sebelum pandemi Corona atau Covid-19 ini.

    Jumlah ini jauh di bawah negara Eropa lainnya seperti Italia, Spanyol dan Prancis.

    “Kita mampu melakukan ini karena memiliki ekonomi yang baik selama ini. Kita ingin keluar dari krisis Corona ini dengan semangat,” kata Scholz.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.