Kasus Corona Berkurang, Kafe dan Toko di Turki Mulai Buka

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga terlihat mengunjungi pasar di distrik Eminonu, Istanbul, Turki, saat wabah virus Corona masih terjadi. Reuters

    Sejumlah warga terlihat mengunjungi pasar di distrik Eminonu, Istanbul, Turki, saat wabah virus Corona masih terjadi. Reuters

    TEMPO.COIstanbul – Sejumlah penerbangan pesawat antar kota dan perjalanan mobil mulai aktif kembali di Turki pada Senin, 1 Juni 2020, pasca pelonggaran lockdown, yang melarang kegiatan sosial dan bisnis untuk mencegah penyebaran virus Corona.

    Sejumlah kafe dan restoran di area Grand Bazaar di Istanbul juga mulai beroperasi.

    Ini menandai langkah besar pemerintah Turki untuk menormalkan aktivitas bisnis dan sosial di tengah wabah virus Corona.

    “Kita memasuki periode transportasi yang fokus pada isolasi, dari mulai memasuki bandara hingga keluar,” kata Adil Karaismailoglu, menteri Perhubungan, seperti dilansir Reuters pada Ahad, 1 Juni 2020.

    Arus lalu lintas di area komersil di Istanbul melonjak seiring banyak pegawai pemerintah mulai bekerja lagi di kantor. Sedangkan para pekerja pabrik telah bekerja sejak Mei.

    Para penjaga toko terlihat mengenakan maker wajah dan membersikan toko di Grand Bazaar.

    Ini merupakan area pertama merebaknya wabah virus Corona di Turki pada Maret. Ini merupakan area destinasi turis, yang ditutup sejak dua bulan.

    Presiden Recep Tayyip Erdogan mulai mengendurkan sejumlah batasan aktivitas secara bertahap.

    Otoritas Turki mengatakan ini bisa dilakukan karena jumlah infeksi baru virus Corona mulai terkontrol.

    Saat ini, ada 160 ribu kasus infeksi virus Corona dengan sekitar 4.500 orang meninggal. Jumlah kasus baru infeksi virus Corona telah jauh berkurang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.