Bolsonaro Demo, Hakim Agung Brasil Khawatir Diktator Militer

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengikuti aksi unjuk rasa untuk menolak aturan social distancing di tengah pandemi virus Corona, di Brasilia, Brasil, 19 April 2020. Aksi tersebut diikuti ratusan orang yang memprotes aturan social distancing. REUTERS/Ueslei Marcelino

    Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengikuti aksi unjuk rasa untuk menolak aturan social distancing di tengah pandemi virus Corona, di Brasilia, Brasil, 19 April 2020. Aksi tersebut diikuti ratusan orang yang memprotes aturan social distancing. REUTERS/Ueslei Marcelino

    TEMPO.CO, Brasilia – Presiden Brasil, Jair Bolsonaro,  bergabung dengan pengunjuk rasa memprotes Mahkamah Agung karena mendukung investigasi hukum terhadap tokoh sayap kanan ini.

    Bolsonaro mengecam keputusan MA Brasil untuk mendukung investigasi terhadap dirinya soal dugaan intervensi polisi. MA juga mendukung pemeriksaan terhadap tindakan pendukungnya melakukan pencemaran nama baik dan intimidasi di sosial media.

    Salah satu hakim agung Brasil menilai kondisi demokrasi di negara itu seperti saat Hitler berkuasa di Jerman.

    “Bekas kapten angkatan darat dan pendukung pemerintahan militer Brasil ini mengecam investigasi terhadap dirinya,” begitu dilansir Reuters pada Senin, 1 Juni 2020.

    Bolsonaro mengatakan perintah yang tidak masuk akal seharusnya tidak diikuti.

    Dia memperingatkan keputusan pengadilan Brasil ini bisa membuat negara jatuh ke dalam krisis politik.

    Bolsonaro terbang menggunakan helikopter militer di atas kerumunan massa aksi unjuk rasa di Ibu Kota Brasilia.

    Sebagian demonstran memegang spanduk meminta penutupan Kongres Brasil dan MA.

    Salah satu demonstran membawa spanduk bertuliskan,"Intervensi militer – Tutup Kongres dan MA sekarang.”

    Hakim MA, Celso de Mello, mengatakan para pendukung Bolsonaro mencoba mendukung sistem diktator militer.

    Mello merupakan hakim yang bertanggung jawab atas investigasi terhadap bekas menteri Hukum terkait tudingan Bolsonaro mencoba mengintervensi proses penegakan hukum untuk kepentingan pribadi.

    “Kita harus menolak upaya penghancuran demokrasi  dan menghindari apa yang terjadi di Republik Weimar saat Hitler, yang terpilih lewat suara mayoritas, tidak ragu sedikitpun mengabaikan Konstitusi dan menerapkan sistem totaliter pada 1933,” kata Mello kepada hakim agung lain dalam pesan teks yang dilihat Reuters.

    Pesan ini muncul dalam pemberitaan media Brasil. Kantor Mello mengatakan pesan itu eksklusif dan pribadi.

    Soal ini, Bolsonaro mengatakan dia mendukung demokrasi. Namun, pihak oposisi melanggar Konstitusi untuk menggulingkannya.

    Bolsonaro turun dari helikopter militer dan menyalami pendukungnya tanpa mengenakan masker wajah.
    Padahal, ada aturan yang mewajibkan semua orang mengenakan masker wajah karena merebaknya wabah virus Corona.

    Bolsonaro lalu naik kuda polisi dan menungganginya melewati barisan demonstran pendukungnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.