Lansia 107 Tahun di Iran Sembuh dari Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wabah virus corona (Covid-19) di Iran. Sumber: Reuters/asiaone.com

    Ilustrasi wabah virus corona (Covid-19) di Iran. Sumber: Reuters/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang lansia perempuan usia 107 tahun asal Iran, masuk daftar pasien sembuh dari infeksi virus corona. Kantor berita Fars mewartakan pada Minggu, 24 Mei 2020, lansia itu bernama Saltanat Akbari, yang sembuh setelah menghabiskan waktu beberapa pekan di ruang isolasi.

    Situs asiaone.com menuliskan Akbari dilarikan ke rumah sakit Khansari, Kota Arak, Iran setelah memperlihatkan gejala tertular virus corona.

    “Dia telah mengalahkan virus itu dengan bantuan para dokter dan perawat di rumah sakit,” demikian ditulis Fars.

    Seorang pria mengenakan masker dan pelindung wajah memeriksa suhu perempuan sebelum masuk ke dalam mal, setelah lockdown virus Corona dilonggarkan dan pusat perbelanjaan serta pasar dibuka kembali di Teheran, Iran, 20 April 2020. [WANA (West Asia News Agency)/Ali Khara via REUTERS]

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan angka kematian paling banyak terjadi pada penderita COVID-19 yang berusia 80 tahun ke atas dengan persentase mencapai lebih dari 22 persen.

    Ketika seseorang memasuki usia lansia, tubuh akan mengalami berbagai penurunan akibat proses penuaan. Mulai dari menurunnya produksi hormon, kekenyalan kulit, massa otot, kepadatan tulang, hingga kekuatan dan fungsi organ-organ tubuh.

    Sistem imun sebagai pelindung tubuh pun tidak dapat bekerja dengan maksimal layaknya saat masih muda. Akibatnya, sulit bagi orang lanjut usia atau lansia untuk melawan berbagai macam bakteri atau virus penyebab penyakit, termasuk terinfeksi virus corona.

    Iran telah menjadi salah satu negara di Timur Tengah yang paling tinggi angka penularan virus coronanya. Di negara itu, total ada 133.521 kasus infeksi virus corona dan 7.359 pasien berakhir dengan kematian.

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.