100 Masjid di Inggris Tuntut Usut Islamophobia di Partai Politik

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ihya menjadi khatib salat Jumat (Jumma prayer) di Heriot-Watt University pada Jumat siang, 8 November 2019, waktu setempat bagi para mahasiswa, pekerja, hingga anak-anak muslim di sana.

    Ihya menjadi khatib salat Jumat (Jumma prayer) di Heriot-Watt University pada Jumat siang, 8 November 2019, waktu setempat bagi para mahasiswa, pekerja, hingga anak-anak muslim di sana.

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 100 masjid dan organisasi Islam di Inggris telah menandatangani surat menuntut Komisi HAM dan Kesetaraan mengevaluasi kinerjanya dan menyelidiki dugaan Islamophobia di Partai Konservatif.

    Surat ini sebagai kritik terhadap Komisi HAM dan Kesetaraan sebagai lembaga independen yang bertanggung jawab untuk memberdayakan sejumlah undang-undang kesetaraan di Inggris, telah gagal melaksanakan tanggung jawabnya.

    Dalam surat itu, sebagaimana dilaporkan The Middleeasteye.net pada 23 Mei 2020, Partai Konservatif diduga menyuarakan pandangan-pandangan Islamophobia.

    "Ini tidak dapat diterima untuk badan hukum independen yang tanggung jawabnya mendorong kesetaraan dan keberagaman, menghilangkan diskriminasi yang melanggar hukum, tidak menginvestigasi tuduhan," demikian isi surat itu.

    Upaya Komisi mengabaikan penyelidikan Islamophobia di Partai Konservatif sementara Islamophobia semakin menguat, akan membuat komunitas Muslim Inggris semakin mengalami diskriminasi.

    Pada Maret lalu, Dewan Muslim Inggris telah mengajukan 300 tuduhan Islamophobia yang dilakukan anggota Partai Konservatif. Dewan telah berulang kali memperbaharui permintaannya agar Komisi HAM dan Kesetaraan melakukan penyelidikan tentang Islamophobia di tubuh Partai Konservatif.

    Sekelompok Muslim pada akhir Desember lalu meminta komisi ini melakukan penyelidikan tentang Islamophobia di Partai Konservatif.

    Pengembangan dan Keterlibatan Muslim, organisasi yang mempromosikan keterlibatan Muslim dalam politik dan masyarakat, telah mengkritik kurangnya langkah menyikapi anti-Muslim dalam Partai Konservatif. Terutama setelah jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan 62 persen pemilih partai Konservatif berpikir Islam mengancam cara hidup Inggris.

    Tahun lalu Partai Konservatif menolak defenisi Islamophobia oleh lintas partai dengan alasan hal itu akan menghambat kebebasan berekspresi dan menghalangi upaya kontra terorisme.

    Adapun Partai politik Inggris lainnya termasuk Partai Buruh dan Partai Nasional Scottish telah mengadopsi defenisi Islamophobia lintas partai, di mana disebutkan Islamophobia berakar dalam rasisme dan menyasar pada ekspresi Muslim atau Muslim yang dipersepsikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.