Peternak Bulu Belanda Tertular Virus Corona dari Musang Cerpelai

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepasang cerpelai atau musang Amerika di Britania Raya.[wikimedia.org]

    Sepasang cerpelai atau musang Amerika di Britania Raya.[wikimedia.org]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Belanda mengatakan seorang pekerja di peternakan bulu tertular virus corona (Covid-19) dari musang cerpelai yang terinfeksi.

    Wabah di peternakan cerpelai di Belanda pertama kali dilaporkan pada bulan April, ketika para penjaga melihat beberapa hewan mengalami kesulitan bernapas, mendorong penyelidikan yang lebih luas.

    Dikutip dari Reuters, 21 Mei 2020, dalam suratnya kepada parlemen pada Rabu, Menteri Pertanian Carola Schouten mengakui sebelumnya kementeriannya menyatakan manusia bisa menularkan Covid-19 ke hewan, tetapi hewan tidak bisa menularkan ke manusia. Faktanya, kata Carola, imbauan tersebut keliru dan dia mengatakan Institut Kesehatan Masyarakat Belanda masih menilai peluang penularan di luar kandang hewan. Surat Carola kepada parlemen tidak merinci kondisi pekerja yang tertular.

    "Hasil penelitian baru ini memiliki dampak besar pada pemilik, keluarga dan karyawan perusahaan bulu serta pada komunitas lokal," katanya dalam surat itu, dikutip dari Euronews. "Karena itu saya menghubungi semua pihak yang terlibat."

    Bukanlah temuan baru bahwa Covid-19 bisa menular ke musang cerpelai, yang merupakan mamalia karnivora semi-aquatik yang dibiakkan untuk diambil bulunya. Temuan ini diperoleh dari kasus di dua peternakan di Belanda pada bulan April setelah pekerja memperhatikan beberapa hewan mengalami kesulitan bernapas.

    Awalnya pihak berwenang menganggap orang telah menginfeksi hewan, namun, setidaknya satu kasus baru-baru ini menunjukkan sebaliknya.

    "Atas dasar hasil penelitian baru dari penelitian yang sedang berlangsung tentang infeksi Covid-19 di peternakan cerpelai, masuk akal bahwa infeksi terjadi dari cerpelai ke manusia," kata pemerintah Belanda dalam sebuah pernyataan Selasa malam, dikutip dari CNN.

    "Tampaknya juga dari penelitian ini bahwa cerpelai dapat memiliki Covid-19 tanpa menunjukkan gejala."

    Pemerintah mengatakan pengujian antibodi cerpelai akan diperluas ke semua peternakan bulu di Belanda dan diwajibkan.

    Pemerintah juga menduga kucing mungkin memainkan peran dalam penyebaran virus di peternakan cerpelai. "Penelitian yang sedang berlangsung menunjukkan virus di dua peternakan yang terinfeksi sangat mirip," kata pernyataan itu. Covid-19 ditemukan pada tiga dari 11 kucing di satu peternakan bulu, katanya.

    "Dalam penyelidikan ini, disarankan agar peternakan cerpelai yang terinfeksi memastikan bahwa kucing tidak bisa masuk atau meninggalkan tempat pertanian," imbau pemerintah.

    Bulu cerpelai dijual di Cina, Korea, Yunani dan Turki. Setelah tekanan dari aktivis hak-hak perlindungan hewan, pemerintah Belanda melarang peternakan bulu baru pada tahun 2013 dan mengatakan peternakan bulu yang sudah ada harus ditutup pada tahun 2024.

    Akibat temuan ini, peternakan musang cerpelai diperketat, termasuk penyaringan untuk semua peternakan di Belanda, dan persyaratan bagi karyawan untuk mengenakan alat pelindung diri.

    Hewan dan kotoran ternak di peternakan yang terinfeksi dilarang meninggalkan lokasi mereka.

    Ini bukan kasus infeksi pertama pada hewan. Seekor harimau di kebun binatang di New York juga dinyatakan positif virus corona setelah terserang penyakit pernapasan, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.