Trump Teken Kesepakatan Agar Obat Corona Dibuat di Amerika

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Presiden AS Donald Trump saat diperlihatkan masker oleh Wakil Presiden Rantai Pasokan Terpadu Honeywell, Tony Stallings ketika mengunjungi pabrik masker di Phoenix, Arizona, AS, 5 Mei 2020. Dalam kunjungan tersebut, Trump bersama rombongannya tampak tidak mengenakan masker. REUTERS/Tom Brenner

    Ekspresi Presiden AS Donald Trump saat diperlihatkan masker oleh Wakil Presiden Rantai Pasokan Terpadu Honeywell, Tony Stallings ketika mengunjungi pabrik masker di Phoenix, Arizona, AS, 5 Mei 2020. Dalam kunjungan tersebut, Trump bersama rombongannya tampak tidak mengenakan masker. REUTERS/Tom Brenner

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika, Donald Trump, dikabarkan akan segera mengumumkan kesepakatan dagang terbarunya yang berfokus pada pemindahan produksi obat virus Corona ke Amerika. Nilai dari kesepakatan dagang 4 tahun tersebut adalah US$345 juta dan menjadi bagian dari strategi Amerika untuk menekan pandemi virus Corona (COVID-19) atau pandemi serupa ke depannya.

    Mengutip Reuters, perusahaan farmasi yang akan memindahkan produksinya ke Amerika adalah Phlow Corp. Selama ini, Phlow, yang sejatinya adalah perusahaan asal Virginia, selalu memproduksi produk-produknya di India dan Cina.

    "Kesepakatan ini adalah bagian penting dari upaya Amerika untuk memperkuat produksi dan distribusi obatnya di dalam negeri," ujar penasehat dagang Trump, Peter Navarro, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Selasa, 19 Mei 2020.

    Menteri Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat Amerika, Alex Azar, menyatakan hal senada. Ia berkata bahwa kesepakatan dagang antara Amerika dan Phlow merupakan bagian dari upaya Amerika untuk memperkuat sektor kesehatannya.

    Dengan memiliki pabrik obat berkapasitas besar di Amerika, kata Azar, Amerika akan lebih siap apabila pandemi buruk terjadi lagi di kemudian hari. Di sisi lain, Azar mengatakan kerjasama tersebut juga bisa diberdayakan untuk memproduksi bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pengembangan obat virus Corona.

    Dikutip dari New York Times, nilai kontrak antara Amerika dan Phlow bisa diperpanjang apabila diperlukan. Sejauh ini, pemerintahan Trump menimbang kemungkinan kontrak kerjasama itu diperpanjang hingga 10 tahun dengan nilai US$ 812 juta.

    Hingga berita ini ditulis, tercatat ada 1,5 juta kasus dan 91 ribu korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19) di Amerika.

    ISTMAN MP | REUTERS | NEW YORK TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.