Ngeyel, Trump Gunakan Obat Malaria Untuk Mengobati Corona

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump memberi isyarat ke arah mesin tes virus corona yang dipajang saat ia mengadakan konferensi pers tanggapan wabah penyakit virus corona di Rose Garden Gedung Putih di Washington, AS, 11 Mei 2020. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    Presiden AS Donald Trump memberi isyarat ke arah mesin tes virus corona yang dipajang saat ia mengadakan konferensi pers tanggapan wabah penyakit virus corona di Rose Garden Gedung Putih di Washington, AS, 11 Mei 2020. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika, Donald Trump, memutuskan untuk tidak menuruti anjuran Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika (FDA) perihal pengobatan virus Corona (COVID-19). Lewat jumpa pers, Trump menyatakan bahwa dirinya mengkonsumsi Hydroxychloroquine untuk mengobati gejala Corona. Padahal, FDA sudah mengatakan bahwa obat tersebut tidak membantu dan malah berpotensi memperburuk kondisi tubuh.

    "Saya sudah menggunakannya (hydroxychloroquine) selama satu setengah pekan. Satu pil tiap harinya. Sejauh ini, saya baik-baik saja," ujar Trump dalam jumpa pers di Gedung Putih kemarin, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Selasa, 19 Mei 2020.

    Ini bukan pertama kalinya Trump mendukung penggunaan hydroxychloroquine untuk mengobati gejala virus Corona. April lalu, Trump sudah mempromosikan obat anti-malaria tersebut sebagai obat Corona.

    FDA, yang mengetahui promosi Trump, langsung mengeluarkan peringatan. Berdasarkan sejumlah laporan medis yang mereka miliki, FDA mengatakan bahwa hydroxychloroquine tidak dianjurkan untuk pengobatan Corona. Sebab, kata mereka, selain tidak membantu penyembuhan, juga berpotensi menimbulkan gagal jantung.

    Trump melanjutkan bahwa dirinya tidak mengacuhkan anjuran tersebut. Sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi hydroxychloroquine, Trump mengatakan dirinya sudah menanyai tim medis Gedung Putih soal anjuran FDA. Klaim Trump, tim medis Gedung Putih memperbolehkannya mengkonsumsi hydroxychloroquine jika memang itu yang diinginkannya.

    Pernyataan dokter Gedung Putih, Sean Conley, mendukung klaim Trump. Di memonya, tertulis bahwa dirinya memperbolehkan Trump menggunakan hydroxychloroquine karena Trump tidak memiliki gejala virus Corona apapun. Selain itu, resikonya tidak sebanding dengan potensi manfaatnya.

    "Setelah beberapa kali berdiskusi soal bukti-bukti resiko mengkonsumsi hydroxychloroquine, kami memutuskan potensi manfaatnya melebihi resikonya," ujar Conley soal pengobatan Trump

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.