Virus Corona di Meksiko Lebih Berbahaya Bagi Warga, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kasir memberikan struk saat melayani pembeli dengan dibatasi plastik untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di supermarket Garis di Toluca, Meksiko, 28 Maret 2020. REUTERS/ Henry Romero

    Kasir memberikan struk saat melayani pembeli dengan dibatasi plastik untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di supermarket Garis di Toluca, Meksiko, 28 Maret 2020. REUTERS/ Henry Romero

    TEMPO.COMeksiko City – Penyebaran virus Corona di Meksiko menjadi ancaman lebih serius dibandingkan sejumlah negara lain.

    Ini karena kondisi medis yang relatif buruk dialami banyak warga Meksiko, yang membuatnya terkena risiko meninggal lebih tinggi akibat terpapar virus Corona.

    “Tujuh dari sepuluh kasus kematian akibat virus Corona terkait kondisi sakit diabetes, hipertensi, dan obesitas,” begitu dilansir Reuters mengutip data pemerintah Meksiko pada Senin, 11 Mei 2020.

    “Warga Meksiko berada dalam kondisi rentan karena mengalami kekurangan gizi dan kelebihan pasokan makanan olahan, yang tidak higienis,” kata Hugo Lopez-Gatell, deputi menteri Kesehatan, yang menangani respon virus Corona.

    Namun, Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, mengatakan dia ingin mengaktifkan kembali kegiatan ekonomi, yang memburuk akibat penutupan massal. Ini seperti industri mobil, dan pariwisata.

    Obrador mengatakan akan segera mengumumkan tahapan rencana untuk membuka bisnis ini pada akhir pekan ini.

    Data pemerintah menunjukkan jumlah kasus infeksi virus Corona atau Covid-19mencapai 35.022 orang dengan korban meninggal 3.465 orang.

    Wabah virus Corona menyebar di Kota Wuhan, Cina, sejak Desember 2019. Wabah ini telah menelan korban jiwa sebanyak sekitar 286 ribu orang di 185 negara. Korban sembuh sebanyak 1.4 juta orang seperti dilansir situs Johns Hopkins University.

    Sekitar 4.2 juta orang terinfeksi. AS mencatat ada 1.3 juta orang terinfeksi virus Corona dengan korban jiwa sebanyak sekitar 80 ribu orang dan 230 ribu orang sembuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.