Pelonggaran Lockdown di Italia Masih Bikin Warga Bingung

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis betugas di ruang unit gawat darurat yang dipenuhi pasien virus corona atau Covid-19 di Rumah sakit Circolo di Varese, Italia, 9 April 2020.  REUTERS/Flavio Lo Scalzo

    Petugas medis betugas di ruang unit gawat darurat yang dipenuhi pasien virus corona atau Covid-19 di Rumah sakit Circolo di Varese, Italia, 9 April 2020. REUTERS/Flavio Lo Scalzo

    TEMPO.CO, Jakarta - Italia pada Minggu, 3 Mei 2020, menjalani hari terakhir total lockdown setelah dua bulan hampir semuanya serba ditutup. Negara itu bersiap melonggarkan kebijakan untuk mencegah penyebaran virus corona.

    Situs channelnewsasia.com mewartakan masyarakat Italia membuat sejumlah rencana apa yang akan mereka lakukan pada hari pertama dilonggarkannya lockdown. Namun pemerintah daerah masih melarang warganya keluar dari wilayah mereka. 

    Pemerintah Italia menekankan pelonggaran ini masih dilakukan secara bertahap sehingga masih ada beberapa aktivitas yang dilarang. Ada pula beberapa negara bagian yang menyusun aturan sendiri terkait hal ini.

    “Saya berharap pagi ini semua urusan administrasi bisa rampung. Saya ingin mengajak ibu ke luar, kami sudah bisa melakukannya kan?,” kata Pietro Garlanti, 53 tahun, warga Italia yang sedang antri berbelanja.

    Atlet sepeda Italia Umberto Marenga menjadi pengantar makanan pasta dan pizza melintasi pinggiran kota Turin di Italia utara, agar tetap bugar selama lockdown virus Corona.[RTE.ie]

    Pada tahap pertama pelonggaran lockdown ini, hampir 60 juta jiwa warga Italia bisa bergerak dengan bebas di wilayah tempat tinggal mereka. Masyarakat boleh mengunjungi sanak-saudara, taman-taman akan dibuka lagi sehingga anak-anak bisa bermain di sana. Bermain sepeda atau jogging di area sekitar rumah juga diperbolehkan. Namun kegiatan ini tidak boleh dikerjakan secara berkelompok.

    Acara makan-makan yang diikuti keluarga besar masih dilarang. Berlibur ke rumah-rumah penginapan juga tak diperkenankan. Masyarakat tidak boleh ke luar dari wilayah tempat tinggal mereka kecuali darurat atau alasan kesehatan.    

    Italia total memiliki 20 wilayah bagian, dimana setiap negara bagian memberlakukan aturan masing-masing. Wilayah Veneto dan Calabria telah mencabut lockdown lebih awal, yakni pada awal pekan ini sehingga bar-bar dan restoran-restoran di ruang terbuka sudah bisa beroperasi.

    Pemerintah Daerah Liguria sedang mempertimbangkan mengizinkan masyarakat berlayar dalam kelompok-kelompok kecil dan membuka kembali pantai-pantai. Hal serupa sedang dipertimbangkan Pemerintah Daerah Marghe, namun masyarakat belom diizinkan berjemur di tepi pantai.

    Sedangkan wilayah Emilia-Romagna masih ditutup. Hal ini berlaku bagi mereka yang tinggal di tepi pantai.

    “Kami sangat menantikan tanggal 4 Mei dan hari itu tiba. Saya menunggu sampai pemerintah menyatakan saya benar-benar bebas. Saya masih merasa paranoid, ada kekhawatiran apakah saya melanggar aturan,” kata Michele Magna, 37 tahun.

    Italia yang saat ini menjadi negara kedua di dunia dengan kematian terbanyak akibat virus corona. Situs reuters.com mewartakan di Amerika Serikat ada 64.740 kematian karena virus corona dan urutan kedua adalah Italia dengan 28.710 kematian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.