Boris Johnson: Inggris Belum Siap Meringankan Lockdown Corona

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson; Chris Whitty, Kepala Medis Inggris; dan Kepala Penasihat Ilmiah untuk Pemerintah, Sir Patrick Vallance, tiba untuk konferensi pers tentang virus Corona baru, di London, Inggris 3 Maret 2020. [Frank Augstein / Pool via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengawali hari pertamanya kembali bekerja dengan memberikan pernyataan soal lockdown virus Corona (COVID-19). Ia menyatakan bahwa Inggris belum siap untuk meringankan lockdownnya.

Menurut Johnson, meringankan lockdown saat ini akan terlalu beresiko. Sebab, Inggris sedang dalam fase pandemi virus Corona paling beresiko. Hal tersebut ditandai dengan pesatnya pertumbuhan angka kasus dan korban virus Corona di Inggris.

"Saya tahu ini keputusan yang berat. Saya sendiri ingin ekonomi kita berjalan kembali secepat mungkin. Namun, saya tidak mau mengorbankan kerja keras kita selama beberapa pekan terakhir," ujar Johnson di depan Downing Street, sebagaimana dikutip dari BBC, Senin, 27 April 2020.

Saat ini, Inggris menempati posisi keenam dalam hal negara paling terdampak virus Corona. Berdasarkan data dari organisasi kesehatan dunia (WHO), Inggris tercatat memiliki 152.840 kasus dan 20.732 korban meninggal akibat virus Corona.

Kurang lebih 6 pekan terakhir, Inggris menerapkan lockdown untuk menekan pertumbuhan angka tersebut. Namun, hasilnya belum tampak. Hal itu diperparah dengan tes Corona yang masih jauh di bawah target sehingga mempersulit Inggris untuk menentukan apakah kondisi sudah aman atau tidak. Pada akhirnya, Inggris memilih untuk mempertahankan lockdown.

Johnson melanjutkan bahwa ia tidak bisa memberikan estimasi kapan pemerintah Inggris bisa meringankan lockdown. Cepat atau lamban, kata ia, itu tergantung pada upaya keras pemerintahannya, pekerja medis, dan tentunya warga. Jika warga terus optimistis dan menerapkan pembatasan sosial yang sudah ada, ia yakin lockdown bisa diringankan dalam waktu dekat.

"Jika kalian bisa bertahan dengan pembatasan yang ada sekarang, melindungi pekerja medis kita dalam menyelamatkan nyawa, kita pasti bisa mengalahkan virus Corona. Kita akan menjadi lebih kuat," ujar Johnson.

Terakhir, Johnson menjanjikan sikap transparan dari pemerintah perihal perkembangan situasi dan penanganan virus Corona (COVID-19). Ia bahkan mengatakan akan ada banyak pengumuman dari pemerintah Inggris soal penanganan virus Corona beberapa hari ke depan.

ISTMAN MP | BBC






Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

1 jam lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Inggris Rilis Koin Baru Bergambar Raja Charles III

3 jam lalu

Inggris Rilis Koin Baru Bergambar Raja Charles III

Koin baru bergambar Raja Charles III tersedia dalam pecahan 50 pence dan 5 poundsterling.


Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

6 jam lalu

Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

Berikut ini adalah sejumlah negara yang telah menerapkan cukai minuman berpemanis.


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

10 jam lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Scotland Yard, Kepolisian yang Teruji Tangani Kasus Kriminal Gelap di Inggris

15 jam lalu

Scotland Yard, Kepolisian yang Teruji Tangani Kasus Kriminal Gelap di Inggris

Scotland Yard memiliki reputasi khusus dalam kasus-kasus kriminal gelap di Inggris. Bagaimana sepak terjangnya?


Krisis Inggris: Ekonomi Bergejolak setelah Liz Truss Memotong Pajak

1 hari lalu

Krisis Inggris: Ekonomi Bergejolak setelah Liz Truss Memotong Pajak

Kebijakan Liz Truss memotong pajak dinilai memicu krisis Inggris


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

1 hari lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

1 hari lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

1 hari lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Krisis Ekonomi Parah di Inggris, Anak Sekolah Pura-pura Makan dari Kotak Kosong

1 hari lalu

Krisis Ekonomi Parah di Inggris, Anak Sekolah Pura-pura Makan dari Kotak Kosong

Krisis ekonomi Inggris menyebabkan anak-anak kekurangan makan. Ada yang memakan karet karena lapar.