Staf Terinfeksi Corona, Menteri Ekonomi Jepang Bekerja dari Rumah

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura menghadiri konferensi pers di kediaman resmi Perdana Menteri Shinzo Abe di Tokyo, Jepang 11 September 2019. [REUTERS / Issei Kato]

    Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura menghadiri konferensi pers di kediaman resmi Perdana Menteri Shinzo Abe di Tokyo, Jepang 11 September 2019. [REUTERS / Issei Kato]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Ekonomi Jepang membatalkan agenda publik dan kini bekerja dari rumah setelah dirinya terlibat kontak dengan staf yang terinfeksi virus Corona.

    Kantor kabinet mengatakan Menteri Yasutoshi Nishimura telah membatalkan konferensi pers pada Sabtu. Dia juga tidak akan menghadiri pertemuan publik lainnya, menurut Reuters, 25 April 2020.

    Kantor kabinet mengatakan Nishimura telah mengunjungi rumah sakit universitas pekan lalu, di mana dia bertemu dengan staf yang kemudian dinyatakan positif virus Corona.

    "Baik menteri maupun staf yang dites positif terkena virus tidak menunjukkan gejala apapun, tetapi sebagai tindakan pencegahan, menteri akan tetap di rumah sampai dia menerima pemberitahuan lebih lanjut tentang kondisinya dari otoritas kesehatan," kata kantor kabinet.

    Nishimura akan tampil di televisi NHK namun melalui saluran jarak jauh, kata pejabat kabinet.

    Sebelumnya pada Jumat, Yasutoshi Nishimura mengatakan paket stimulus ekonomi baru Jepang untuk merespons pandemi virus Corona diperkirakan akan meningkatkan produk domestik bruto nyata sekitar 4,4%.

    Jepang telah meningkatkan paket stimulus ekonominya ke rekor US$ 1,1 triliun (Rp 17.000 triliun) untuk pembayaran subsidi tunai kepada warganya yang terdampak virus Corona.

    Pada hari Sabtu, jumlah infeksi virus Corona di Jepang telah mencapai hampir 13.000 kasus, dengan 345 kematian, lapor NHK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.