Burundi Konfirmasi Kematian Pertama karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi virus Corona. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Burundi mengkonfirmasi kasus pertama pasien yang meninggal karena virus corona di negara itu. Dengan begitu, saat ini ada empat pasien yang terjangkit kasus virus corona di Burundi.

    “Satu orang yang sudah positif terinfeksi virus corona dan dirawat di ICU di Rumah Sakit Kira, pada Minggu, 12 April 2020, meninggal karena komplikasi,” kata Jean Bosco Girukwishaka, Juru bicara Kementerian Kesehatan Burundi, seperti dikutip dari aa.com.tr.

    Anggota Pasukan Pertahanan Nasional Afrika Selatan berjaga di sepanjang jalan raya saat diberlakukannya hari pertama Lockdown selama 21 hari guna mencegah penyebaran Virus Corona di Johannesburg, Afrika Selatan, 27 Maret 2020. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    Sebelumnya pada Sabtu, 11 April 2020, Menteri Kesehatan Burundi Thaddee Ndikumana mengatakan ada dua kasus yang positif terjangkit virus corona pada Jumat, 10 April. Dengan begitu, total ada 5 kasus virus corona di negara itu. Namun satu pasien meninggal pada hari Minggu kemarin sehingga total ada empat pasien yang sedang dirawat karena virus corona.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika pada Senin kemarin mengatakan setidaknya ada 1.894 kasus baru virus corona di penjuru benua Afrika yang terungkap dalam 24 jam terakhir. Dengan begitu, total ada 14.744 kasus virus corona di Benua Afrika yang tercatat.

    Dari total 55 negara di Afrika, 52 negara sudah terkonfirmasi merawat pasien virus corona. Dalam 24 jam terakhir, ada lebih dari 104 kematian yang tercatat sehingga total ada 793 pasien meninggal karena COVID-19 di Benua Afrika. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh sebanyak 2.760 orang.   

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.