Menkes dan Presiden Brazil Masih Berseteru Soal VIrus Corona

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Brazil Jair Bolsonaro ketika bertemu para pendukung saat meninggalkan Istana Alvorada, di tengah wabah penyakit virus Corona (COVID-19), di Brasilia, Brasil, 3 April 2020. [REUTERS / Adriano Machado]

    Presiden Brazil Jair Bolsonaro ketika bertemu para pendukung saat meninggalkan Istana Alvorada, di tengah wabah penyakit virus Corona (COVID-19), di Brasilia, Brasil, 3 April 2020. [REUTERS / Adriano Machado]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Brazil, Luiz Henrique Mandetta, kembali sindir Presiden Jair Bolsonaro terkait penanganan virus Corona (COVID-19). Menurutnya, pemerintahan Brazil, di bawah kepemimpinan Bolsonaro, tidak kompak selama menangani virus Corona. Alhasil, segala penanganan yang ada berjalan setengah-setengah.

    "Saya berharap kami (di pemerintahan) bisa berbicara dengan satu pesan yang jelas. Jika sebaliknya, maka penduduk Brazil akan meragukan apapun yang kami sampaikan. Mereka menjadi ragu kepada siapa mereka harus mengacu, apakah ke Menteri Kesehatan, atau ke Presiden?" ujar Mandetta sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Selasa, 14 April 2020.

    Perlu diketahui, Mandetta dan Bolsonaro terus berseteru sejak beberapa pekan terakhir. Keduanya memiliki sikap berbeda terkait bagaimana pandemi virus Corona seharusnya dihadapi. Bolsonaro diketahui menyepelekan ancaman virus Corona dan memilih untuk membiarkan kegiatan ekonomi di Brazil berjalan seperti biasa.

    Mandetta adalah kebalikan dari Bolsonaro. Menurutnya, Brazil perlu segera melakukan pembatasan sosial yang tegas. Hal itu untuk mencegah angka kasus dan korban virus Corona di Brazil menanjak. Namun, usulannya tersebut ditolak mentah-mentah oleh Bolsonaro yang merasa puncak pandemi di Brazil telah berlalu.

    Puncak perseteruannya terjadi dalam rapat kabinet yang berlangsung di kediaman Bolsonaro dua pekan lalu. Mandetta terang-terangan mengkritik Bolsonaro di situ. Hebatnya, Mandetta berhasil mendapat dukungan dari simpatisan Bolsonaro yang membuatnya selamat dari pemecatan. Meski begitu, Bolsonaro mengaku tidak memiliki rasa hormat kepada Mandetta.

    Mandetta melanjutkan bahwa puncak dari pandemi Brazil belum terjadi seperti apa yang diklaim Bolsonaro. Jika dirinya tak salah membuat estimasi, Mandetta menyebut puncak pandemi akan terjadi di antara bulan Mei dan Juni.

    "Perilaku masyarakat Brazil akan sangat menentukan hal tersebut. Namun, ketika kamu masih melihat orang berpergian ke toko roti, supermarket, tanpa menjaga jarak terhadap satu sama lain, kamu tahu itu akan menjadi masalah," ujar Mandetta.

    Saat ini, Brazil diketahui memiliki 23.430 kasus dan 1.328 korban meninggal akibat virus Corona. Pemerintah Brazil diketahui tengah mencoba untuk membuat anggaran khusus terkait penanganan virus dengan nama resmi COVID-19 itu. Anggaran itu, rencananya, akan dipisahkan dari budget utama pemerintah dan dirapatkan pada hari Rabu esok.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H