Pandemi Virus Corona Picu Kenaikan Penjualan Vodka di Rusia

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Museum Vodka di Moskow memaparkan sejarah vodka. Foto: John Kannenberg/Flickr.com

    Museum Vodka di Moskow memaparkan sejarah vodka. Foto: John Kannenberg/Flickr.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus Corona (COVID-19) membawa berkah untuk produsen vodka dan whiski di Rusia. Sejak pemerintah Rusia memastikan bahwa sejumlah wilayah akan menjalani lockdown, whiski dan vodka menjadi minuman yang banyak diburu untuk menemani masa-masa karantina.

    Mengutip data Reuters, pada akhir Maret lalu, penjualan vodka di seluruh Rusia naik sebanyak 31 persen year on year. Sementara itu, untuk whiski, naik 47 persen year on year.

    "Masyarakat membeli apa saja yang mereka bisa beli (ketika lockdown diumumkan). Vodka, cognac, bir, adalah beberapa di antaranya ujar salah seorang pegawai supermarket di Rusia sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 9 April 2020.

    Lembaga yang mengkampanyekan tanggung jawab dalam meminum alkohol, Sober Russia, mengatakan bahwa tren yang terjadi tak lepas dari pandemi Corona. Menurut Sultan Khamazaev, ketua dari Sober Russia, pandemi virus Corona membuat sejumlah penduduk Rusia stress. Mereka tidak tahu kapan pandemi akan usai dan kapan mereka bisa kembali bekerja. Alhasil, alkohol menjadi pelarian.

    Di sisi lain, lanjut Khamazaev, sejumlah penduduk Rusia masih percaya bahwa minuman beralkohol adalah salah satu cara bertahan dari virus Corona. Kenyataannya, kata Khamazaev, meminium alkohol tetaplah berbahaya, apalagi di kala pandemi di mana semua orang seharusnya menjaga kesehatan.

    Pernyataan senada disampaikan oleh Menteri Kesehatan Mikhail Murashko. Murashko berkata bahwa alkohol tidak menyelesaikan masalah ataupun menyembuhkan tubuh dari virus Corona. Oleh karenanya, ia meminta penduduk Rusia untuk tidak berlebihan meminum alkohol di masa pandemi virus Corona.

    "Lebih memilih untuk meminum alkohol dibandingkan menjalani perawatan (virus Corona) malah akan memperumit masalah yang ada," ujar Murashko.

    Kementerian Perindustrian dan Perdagangan memilih sikap yang berbeda. Mereka memutuskan untuk tidak membatasi penjualan alkohol di seluruh Rusia. Sebab, mereka khawatir pembatasan jumlah alkohol yang boleh dijual malah akan memicu keributan baru.

    Hingga berita ini ditulis, Rusia diketahui memiliki 10.131 kasus dan 76 korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19) 

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.