Xi Jinping Waspada Akan Potensi Pandemi Virus Corona Kedua

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden China Xi Jinping,  mengunjungi sebuah kawasan industri yang memproduksi cetakan dan suku cadang otomotif kelas atas di Ningbo, Provinsi Zhejiang, China timur, 29 Maret 2020. Presiden Xi padamelakukan inspeksi terhadap proses pelanjutan kembali pekerjaan dan produksi di Zhejiang. Xinhua/Yan Yan

    Presiden China Xi Jinping, mengunjungi sebuah kawasan industri yang memproduksi cetakan dan suku cadang otomotif kelas atas di Ningbo, Provinsi Zhejiang, China timur, 29 Maret 2020. Presiden Xi padamelakukan inspeksi terhadap proses pelanjutan kembali pekerjaan dan produksi di Zhejiang. Xinhua/Yan Yan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Cina, Xi Jinping, memperingatkan bahwa gelombang kedua pandemi virus Corona di Cina bisa terjadi sewaktu-waktu. Hal itu menyusul pesatnya perkembangan pandemi virus Corona secara global dan banyaknya pasien-pasien tanpa gejala. 

    Menurut Jinping, sulit memprediksi kapan dan bagaimana gelombang kedua itu akan terjadi. Oleh karenanya, menurut Jinping, yang bisa dilakukan hanyalah selalu siaga dan waspada terkait pandemi virus Corona.

    "Berbagai kesulitan dan tantangan baru sudah muncul ketika Cina memulai kembali kegiatan ekonominya," ujar Jinping sebagimana dikutip dari CNN, Kamis, 9 April 2020. 

    Sebagaimana diketahui, Cina bukan lagi episentrum virus Corona di dunia. Posisinya telah digantikan oleh Amerika. Per hari ini, Cina tercatat memiliki 82.969 kasus dan 3.335 korban meninggal. Angka itu jauh di bawah Amerika yang diketahui memiliki 430.376 kasus dan 14.379 korban meninggal.

    Relatif stabilnya pandemi Corona di Cina membuatnya berani mengangkat lockdown di Wuhan, pusat penyebaran awal virus bernama resmi COVID-19 itu. Warga-warga di sana diperbolehkan kembali bekerja ataupun berpergian ke kota lain.

    Nah, agar pandemi tidak meledak lagi di kemudian hari, sekarang Cina memfokuskan perhatiannya ke penyebaran virus secara impor serta mereka yang asymptomatic. Mereka yang tertular virus Corona namun tidak menunjukkan gejala akan ditangani serius karena mereka masih bisa menularkan virusnya.

    Mengutip South China Morning Post, pemerintah Cina telah mengeluarkan panduan penanganan pasien asymptomatic kemarin malam. Panduan itu mencakup perawatan hingga pelaporan. Ketika berita ini ditulis, jumlah pasien asymtopmatic telah mencapai 1.104. Hal itulah yang membuat Jinping khawatir akan potensi gelombang kedua pandemi virus Corona.

    "Meski Wuhan telah dibuka kembali, pencegahan dan pengendalian virus Corona tidak boleh kendor. Komunitas yang solid tetaplah kunci pencegahan penyebaran virus Corona dari luar ataupun dari dalam," ujar Jinping sebagaimana dikutip dari Chinese Global Television Network, CGTN.

    Mengacu pada panduan yang telah beredar, pasien-pasien asymptomatc di Cina harus dilaporkan dalam waktu dua jam sejak hasil tes keluar. Setelah itu, otoritas kesehatan Cina harus melanjutkannya ke pusat sistem komunikasi pelaporan virus Corona.

    "Pasien asymptomatic bersifat menular. Kita harus memperkuat cakupan testing dan pengawasan terhadap mereka yang tidak menunjukkan gejala. Selain itu, melakukan standarisasi sistem pelaporan," ujar panduan yang diterbitkan pemerintah Cina.

    ISTMAN MP | CNN | CGTN | SOUTH CHINA MORNING POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.