Trump Mau Total Lockdown New York, Gubernur Menolak

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump menyampaikan pengarahan singkat tentang virus Corona di Gedung Putih di Washington, AS, 17 Maret 2020. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    Presiden AS Donald Trump menyampaikan pengarahan singkat tentang virus Corona di Gedung Putih di Washington, AS, 17 Maret 2020. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan lockdown total area metropolitan New York yang akan melarang akses masuk dan keluar untuk mengendalikan penyebaran virus Corona.

    Gagasan ini disampaikan Trump pada Sabtu ketika wilayah New York menjadi pusat penyebaran virus Corona di Amerika Serikat.

    Ketika angka kematian AS melewati 2.000, dua kali lipat dalam tiga hari terakhir, Trump mengatakan ia mungkin memberlakukan karantina di New York dan bagian-bagian New Jersey serta Connecticut untuk melindungi negara-negara bagian lain yang belum menanggung beban pandemi.

    "Mereka mengalami masalah di Florida. Banyak warga New York meninggal. Kami tidak menginginkan itu, "kata Trump, dikutip dari Reuters, 29 Maret 2020.

    Namun, Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan larangan bepergian akan menyebabkan kekacauan.

    "Jika Anda mulai membentengi daerah-daerah di seluruh negeri itu akan benar-benar aneh, kontra-produktif, anti-Amerika," katanya di CNN. "Sama sekali tidak masuk akal dan saya tidak berpikir kepribadian atau profesional pemerintah yang serius akan mendukungnya."

    Seorang pria berjalan melintasi pertokoan yang tutup di 5th Avenue, Manhattan, New York, AS, 25 Maret 2020. Kawasan New York memberlakukan lockdown lantaran tingginya kasus virus Corona di daerah tersebut. REUTERS

    Dalam sebuah tweet kemudian, Presiden Donald Trump mengatakan telah berkonsultasi dengan gubernur New York, New Jersey dan Connecticut, bahwa dia meminta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk mengeluarkan imbauan pembatasan perjalanan oleh para gubernur tersebut, dengan berkonsultasi bersama pemerintah federal.

    Trump mencabut gagasan sebelumnya dengan mengatakan karantina tidak akan diperlukan. Sebelumnya pada Sabtu, Trump mengatakan mempertimbangkan karantina selama dua minggu.

    Usulan Trump tentang karantina wajib sangat ditentang oleh Gubernur New York Andrew Cuomo, yang mempertanyakan apakah itu legal atau tidak.

    Tidak jelas apakah Trump memiliki kewenangan memblokir perjalanan darat, udara, dan laut keluar dari New York, yang merupakan pusat mesin ekonomi Amerika Serikat bagian timur, menyumbang 10 persen dari populasi dan 12 persen dari PDB.

    Beberapa negara bagian telah memberlakukan batasan. Warga New York yang tiba di Florida dan Rhode Island akan menghadapi perintah untuk mengisolasi diri jika mereka berniat untuk tinggal, dan gubernur Pennsylvania dan Virginia Barat telah meminta para warga New York yang berkunjung untuk secara sukarela melakukan karantina sendiri.

    Amerika Serikat sekarang memiliki 120.000 kasus yang dikonfirmasi, angka tertinggi untuk kasus virus Corona di dunia.

    Trump juga enggan mengajukan undang-undang pertahanan darurat yang bisa memerintahkan perusahaan-perusahaan AS untuk memproduksi pasokan medis yang sangat dibutuhkan, meskipun ada permintaan dari gubernur dan pekerja rumah sakit yang kewalahan merawat pasien virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.