Tertular Virus Corona, Boris Johnson Siapkan Calon Pengganti

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Inggris Boris Johnson mengikuti kampanye tepuk tangan serempak sebagai apresiasi bagi tenaga kesehatan di London, Inggris, 26 Maret 2020. Menteri Luar Negeri Dominic Raab akan mengisi tugas Johnson jika ia tidak mampu bekerja, meskipun saat ini ia menyatakan masih mampui bekerja. REUTERS/Hannah McKay

    PM Inggris Boris Johnson mengikuti kampanye tepuk tangan serempak sebagai apresiasi bagi tenaga kesehatan di London, Inggris, 26 Maret 2020. Menteri Luar Negeri Dominic Raab akan mengisi tugas Johnson jika ia tidak mampu bekerja, meskipun saat ini ia menyatakan masih mampui bekerja. REUTERS/Hannah McKay

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Boris Johnson sudah menyiapkan pengganti sementara apabila ke depannya ia tidak mampu bekerja karena virus Corona (COVID-19). Pengganti sementara yang ia tunjuk adalah Menteri Luar Negeri Dominic Raab. 

    "(Namun) Boris Johnson berkeyakinan dirinya masih bisa bekerja via jarak jauh, seperti para pejabat negara lainnya," sebagaimana dikutip dari The Guardian, Sabtu, 28 Maret 2020,

    Raab, sebelum Boris Johnson ditunjuk sebagai Perdana Menteri Inggris, adalah salah satu pendukung utama Brexit. Ia mendukung kebijakan "Leave" tanpa kesepakatan apapun. Hal itu yang membuatnya dipercaya oleh Johnson.

    Sementara itu, beberapa pejabat Inggris telah memutuskan untuk mengisolir diri tak lama sesudah Boris Johnson dinyatakan positif tertular virus Corona. Menteri Kesehatan, Matt Hancock, adalah salah satu diantaranya yang mengisolir diri setelah dinyatakan juga tertular virus Corona.

    Selain Matt Hancock, Kepala Tenaga Medis Inggris, Chris Whitty, juga mengisolir diri. Walaupun belum menunjukkan gejala berat tertular virus Corona, Whitty memilih untuk menjauh karena dirinya terus mendampingi Hancock dan Johnson beberapa hari terakhir.

    "Saya akan tetap bekerja, memberi masukan terhadap pemerintah bagaimana menangani virus Corona," ujar Whitty menegaskan sebagaimana dikutip dari CNN.

    Salah satu penasehat pemerintah Inggris untuk bidang kesehatan, Neil Ferguson, berkeyakinan bahwa ada banyak pejabat Inggris yang telah tertular virus Corona. Beberapa hari lalu, Ia berkata, "Ada banyak Covid-19 di Westminster". Westminster sendiri adalah salah satu kawasan pemerintahan di Inggris layaknya Medan Merdeka di Jakarta.

    Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti di manakah Boris Johnson, Hancock, dan Whitty tertular virus Corona (COVID-19). Pemerintah Inggris pun belum mengambil tindakan soal perihal kemungkinan lingkungan pemerintah (Westminster) menjadi cluster virus Corona. Adapun jumlah kasus dan korban virus Corona di Inggris per hari ini adalah 14.579 kasus serta 759 korban.

    ISTMAN MP | THE GUARDIAN | CNN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.