Virus Corona Datang Dari Luar, Cina Batasi Frekuensi Penerbangan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan mengenakan masker saat mengunjungi Tembok Besar Cina di Beijing, 24 Maret 2020. Sejumlah objek wisata di Cina kembali dibuka seiring meredanya virus Corona di negara tersebut. REUTERS/Thomas Peter

    Wisatawan mengenakan masker saat mengunjungi Tembok Besar Cina di Beijing, 24 Maret 2020. Sejumlah objek wisata di Cina kembali dibuka seiring meredanya virus Corona di negara tersebut. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina belum berhasil menahan pertumbuhan kasus virus Corona (COVID-19) dari cluster Impor. Alih-alih konsisten berkurang, pertumbuhan jumlah kasus virus Corona dari cluster Impor malah konsisten tinggi.

    Kemarin, misalnya, ada 67 kasus baru yang semuanya berasal dari pendatang luar negeri. Hari ini, dari total 55 kasus baru, 54 di antaranya juga kasus impor. Khawatir terjadi gelombang kedua wabah Corona, pemerintah setempat memutuskan untuk membatasi frekuensi penerbangan internasional dari dan ke Cina.

    "Mengacu pada situasi wabah virus Corona di dunia, kami memutuskan untuk membatasi akses masuk pendatang dari luar negeri," ujar Kementerian Luar Negeri Cina sebagaimana dikutip dari South China Moning Post, Jumat, 27 Maret 2020.

    Berdasarkan rincian yang beredar, pembatasan dilakukan dengan mengurangi frekuensi penerbangan pesawat dengan rute menuju atau meninggalkan Cina. Adapun frekuensi yang ditetapkan adalah 1 penerbangan per 1 pekan yang mulai berlaku untuk semua jenis maskapai pada Ahad nanti, 29 Maret 2020.

    Dengan pembatasan frekuensi itu, Otoritas Penerbangan Sipil Cina (Civil Action Administration of China, CAAC) memperkirakan jumlah penerbangan internasional ke Cina akan berkurang hingga 90 persenn. Selain itu, jumlah pendatang dari luar negeri juga akan berkurang dari 25 ribu per hari menjadi 5 ribu, mengurangi 80 persen resiko orang hadir sambil membawa virus Corona ke Cina.

    Selain mengurangi frekeunsi penerbangan, pembatasan juga dilakukan dengan melarang warga negara asing untuk berkunjung ke Cina. Hal itu dilakukan dengan sementara waktu menahan masa berlaku visa tinggal di Cina untuk warga negara asing per hari Sabtu, 28 Maret 2020.

    "Langkah ini diambil untuk benar-benar mengurangi resiko penularan virus Corona dari luar negeri. Selain itu, ini juga mengacu pada kebijakan kerja sama pencegahan dan pengendalian pandemi (virus Corona)," ujar CAAC dalam keterangannya.

    Apabila mengacu pada data yang pernah beredar, dalam situasi normal, Cina selalu menerima 20 ribu pendatang dari penerbangan internasional. Adapun 10 persen di antaranya adalah warga lokal.

    Hingga berita ini ditulis, Cina menempati posisi kedua dalam hal jumlah kasus virus Corona (COVID-19). Total ada 81.285 kasus virus Corona di Cina, diikuti dengan 3.287 korban meninggal.

    ISTMAN MP | SOUTH CHINA MORNING POST | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.