Virus Corona, WHO Minta Produksi Alat Medis Naik 40 Persen

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap saat bersiap menyambut kedatangan kru kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan negatif virus corona di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu, 1 Maret 2020. Pemerintah mengevakuasi 69 kru kapal pesiar Diamond Princess dari Yokohama, Jepang dan selanjutnya akan menjalani proses observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. ANTARA

    Sejumlah petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap saat bersiap menyambut kedatangan kru kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan negatif virus corona di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu, 1 Maret 2020. Pemerintah mengevakuasi 69 kru kapal pesiar Diamond Princess dari Yokohama, Jepang dan selanjutnya akan menjalani proses observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. ANTARA

    TEMPO.COWashington – Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization memperingatkan kemungkinan terjadinya kelangkaan peralatan untuk perlindungan dari wabah virus Corona atau COVID-19.

    Ini membuat harga jual produk perlengkapan medis seperti masker melonjak. Sebelumnya, WHO juga meminta pemerintah dan rumah sakit memperbanyak alat ventilator untuk membantu pernapasan pasien terinfeksi virus Corona.

    Pejabat WHO meminta perusahaan dan pemerintah bekerja sama mendongkrak produksi peralatan medis sebanyak 40 persen seiring meningkatnya angka kematian dari virus Corona, yang menyebabkan sakit pernapasan ini.

    “Secara ringkas, virus COVID-19 menyebar dengan cara tidak seefisien flu,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal WHO, di Jenewa, Swiss, seperti dilansir Reuters pada Selasa, 3 Maret 2020.

    Tedros juga mengatakan transmisi virus Corona ini tampaknya tidak terjadi karena orang yang sehat. “Tapi virus Corona ini menyebabkan sakit yang lebih parah dari flu dan tidak ada vaksin atau terapinya saat ini meskipun bisa ditangani,” kata dia.

    WHO juga melansir angka kematian akibat virus Corona ini adalh 3.4 persen dari jumlah orang yang terinfeksi. Angka ini lebih tinggi dibandingkan flu yang tercatat sebanyak 1 persen.

    Secara terpisah, Channel News Asia melansir virus Corona ini tersebar pada awalnya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina bagian tengah pada Desember 2019. Virus ini lalu menyebar ke seluruh Hubei, yang membuat provinsi ini terkena mekanisme karantina. Warga kota dilarang ke luar rumah atau beraktivitas di ruang publik dalam jumlah besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.