Amerika Serikat Laporkan Kematian Kedua Akibat Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang tiba di bandara O'Hare Chicago dengan mengenakan masker guna menghindar atas penyebaran virus Corona di Chicago, Illinois, AS, 24 Januari 2020. REUTERS/Kamil Krzaczynski

    Penumpang tiba di bandara O'Hare Chicago dengan mengenakan masker guna menghindar atas penyebaran virus Corona di Chicago, Illinois, AS, 24 Januari 2020. REUTERS/Kamil Krzaczynski

    TEMPO.CO, Jakarta - Belum genap sepekan, Amerika Serikat melaporkan kematian kedua virus Corona pada Ahad setelah kematian pertama pada Jumat.

    Seorang pria berusia 70-an meninggal di EvergreenHealth Medical Center di Kirkland, Washington DC, rumah sakit yang sama di mana kematian seorang pria berusia 50-an diumumkan kemarin, menurut laporan The Verge, 2 Maret 2020.

    Kedua pria itu memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya. Tiga kasus baru lainnya adalah dua perempuan, satu berusia 80-an dan satu berusia 90-an, dan seorang pria berusia 70-an. Ketiganya memiliki masalah kesehatan lainnya. Mereka kini masih dirawat dalam kondisi kritis.

    Kematian kedua yang kurang dari 48 jam kemudian, menjadikan jumlah total kasus secara nasional melonjak 35 persen, menjadi 88 kasus, menurut New York Times.

    Dua puluh tiga kasus diumumkan pada hari Sabtu dan Minggu di Washington, California, Illinois, Rhode Island, New York, Florida dan Oregon. Kasus-kasus baru termasuk campuran orang yang telah melakukan perjalanan ke negara-negara berisiko tinggi dan mereka yang diyakini telah tertular penyakit ini di dalam negeri.

    Sementara Gubernur Andrew M. Cuomo pada hari Minggu mengkonfirmasi kasus pertama virus Corona Negara Bagian New York. Andrew mengatakan bahwa seorang perempuan tertular virus Corona saat bepergian di Iran dan sekarang di New York diisolasi di rumahnya.

    "Pasien memiliki gejala pernapasan, tetapi tidak dalam kondisi serius dan telah dalam situasi yang terkendali sejak tiba di New York," kata Andrew tanpa memberikan rincian tentang keberadaan pasien.

    "Pasien New York adalah seorang perempuan berusia 30-an, yang tertular virus saat bepergian di Iran dan saat ini terisolasi di rumahnya," kata Gubernur New York Andrew Cuomo, dikutip dari CNN.

    Seorang pejabat negara bagian New York mengatakan bahwa kasus positif ada di Manhattan. Kasus ini adalah yang ke-32 diuji dari New York. Semua kasus terduga virus Corona sebelumnya dinyatakan negatif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.