Korban Infeksi Virus Korona Korea Selatan 476 Orang pada Ahad

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis Korea Selatan melakukan penyisiran di kompleks Gereja Shincheonji di Daegu. Sekitar 40 orang jamaah sekte ini terinfeksi virus Corona. Koreaboo

    Petugas medis Korea Selatan melakukan penyisiran di kompleks Gereja Shincheonji di Daegu. Sekitar 40 orang jamaah sekte ini terinfeksi virus Corona. Koreaboo

    TEMPO.COSeoul – Otoritas kesehatan Korea Selatan melaporkan jumlah kasus infeksi virus Corona baru sebanyak 476 kasus sehingga totalnya naik menjadi 4.212 kasus.

    Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Korea atau KCDC melaporkan korban meninggal bertambah dua orang pada Senin menjadi 22 orang dari sehari sebelumnya.

    “Sebanyak 377 kasus baru terjadi di Kota Daegu, yang terletak di sebelah selatan ibu kota Seoul,” begitu dilansir Reuters pada Senin, 2 Maret 2020.

    Sedangkan 68 kasus terjadi di Provinsi Gyeongsang Utara, yang terletak dekat Daegu.

    Pejabat dari Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit melaporkan jemaat Gereja Yesus Shincheonji di Daegu, yang banyak terinfeksi virus Corona, mengunjungi Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, pada Januari.

    Wuhan merupakan pusat penyebaran wabah penyakit infeksi virus Corona di Cina.

    Seperti dilansir Channel News Asia, kota ini dan semua kota di Provinsi Hubei telah mengalami isolasi sejak awal Februari 2020. Ini membuat warga tidak bisa keluar dari kota.

    Pemerintah juga melarang warga untuk keluar rumah kecuali untuk keperluan yang sangat penting seperti membeli barang kebutuhan pokok.

    KCDC masih menginvestigasi apakah kunjungan ke Wuhan itu menjadi penyebab sebagian jamaah gereja terinfeksi virus Corona. Menurut pernyataan sebelumnya, infeksi itu ditularkan oleh seorang jamaah perempuan berusia 61 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.