Taliban Jalin Hubungan Diplomatik Paska Damai Dengan Amerika

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mullah Abdul Ghani Baradar, pemimpin delegasi Taliban (kanan) bersama Zalmay Khalilzad, utusan A.S. untuk perdamaian di Afghanistan saat menandatangin perjanjian perdamaian di Doha, Qatar, 29 Februari 2020. REUTERS/Ibraheem al Omari

    Mullah Abdul Ghani Baradar, pemimpin delegasi Taliban (kanan) bersama Zalmay Khalilzad, utusan A.S. untuk perdamaian di Afghanistan saat menandatangin perjanjian perdamaian di Doha, Qatar, 29 Februari 2020. REUTERS/Ibraheem al Omari

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai meneken kesepakatan damai dengan Amerika, agenda Taliban berikutnya  adalah menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai negara. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya Taliban untuk mendapat pengakuan internasional.

    "Kesepakatan damai dengan Amerika adalah sebuah peristiwa bersejarah. Diplomat dari berbagai negara telah menemui Mullah Abdul Ghani Baradar (Kepala Politik Taliban) untuk menyampaikan komitmen mereka membantu rekonstruksi dan pengembangan Taliban ke depannya," ujar juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Ahad, 1 Maret 2020.

    Mujahid mengklaim sudah ada beberapa perwakilan negara yang menemui Baradar usai kesepakatan damai Amerika - Taliban diteken di Qatar, Doha, Jumat kemarin. Beberapa di antaranya adalah Turki, Uzbekistan, Norwegia, Rusia, dan masih banyak lagi.

    Tidak semuanya langsung mentah-mentah menyampaikan bentuk kerjasama yang akan dibangun. Menurut Mujahid, beberapa di antaranya baru mengucapkan selamat dan berterima kasih telah kepada Baradar karena telah mengundang mereka. Meski begitu, Mujahid yakin hal tersebut bisa menjadi langkah awal untuk membangun citra Taliban yang lebih baik.

    Seorang diplomat Amerika yang berkunjung ke penandatangan kesepakatan damai menyatakan bahwa Taliban telah melakukan langkah yang tepat. Apa yang mereka lakukan tak hanya mengakhiri salah satu perang terpanjang dalam sejarah Amerika, namun juga membuktikan bahwa tidak sedikit negara yang terbuka untuk memulai hubungan baru dengan Taliban.

    Mengutip Reuters, selama negosiasi dengan Amerika berlangsung, Taliban memang sudah memulai jalur diplomatik dengan berbagai negara. Beberapa di antaranya adalah Pakistan, Iran, Rusia, Cina, Jerman, dan berbagai negara muslim lainnya. Dengan kata lain, sejak awal, Taliban memang sudah berancana untuk mendapat pengakuan internasional begitu damai disepakati.

    "Hingar bingar penandatanganan kesepakatan damai menunjukkan banyak negara siap menjalin perbincangan baru dengan kepemimpinan Taliban. Di satu sisi, mereka memang berupaya untuk mendapat pengakuan internasional sesegera mungkin," ujar diplomat Amerika tersebut sebagaimana dikutip dari Reuters.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.