Eks Pasien Virus Corona Jepang Dinyatakan Positif Setelah Pulih

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis yang mengenakan masker pelindung berjalan melewati Gerbang Kaminarimon ketika mereka mengunjungi Kuil Sensoji di Tokyo, Jepang, 31 Januari 2020. [REUTERS / Kim Kyung-Hoon]

    Turis yang mengenakan masker pelindung berjalan melewati Gerbang Kaminarimon ketika mereka mengunjungi Kuil Sensoji di Tokyo, Jepang, 31 Januari 2020. [REUTERS / Kim Kyung-Hoon]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Prefektur Osaka mengatakan seorang perempuan yang bekerja sebagai pemandu bus wisata di Jepang telah dites positif terkena virus Corona untuk kedua kalinya setelah sebelumnya dinyatakan pulih.

    Dikutip dari Reuters, 27 Februari 2020, tes positif kedua datang ketika jumlah kasus yang dikonfirmasi di Jepang naik menjadi 186 pada hari Kamis dari sekitar 170 sehari sebelumnya.

    Tokyo telah mendesak pertemuan besar dan acara-acara olahraga dihapuskan atau dibatasi selama dua minggu untuk mengendalikan virus, namun berjanji Olimpiade 2020 akan tetap digelar.

    186 kasus yang dilaporkan oleh kementerian kesehatan Jepang terpisah dari 704 yang dilaporkan dari wabah kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Tokyo awal bulan ini. Sebanyak tujuh orang meninggal akibat virus Corona, termasuk empat dari kapal pesiar.

    Meskipun merupakan kasus pertama yang diketahui untuk Jepang, tes positif kedua telah dilaporkan di Cina, di mana penyakit ini berasal akhir tahun lalu. Wabah telah menyebar dengan cepat dan luas, menginfeksi sekitar 80.000 orang di seluruh dunia dan menewaskan hampir 2.800, sebagian besar di daratan Cina.

    Seorang petugas yang mengenakan masker berjaga di pelabuhan di sebelah kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang 12 Februari 2020. [REUTERS / Kim Kyung-hoon]

    Perempuan penduduk Osaka berusia 40-an itu dites positif pada hari Rabu setelah mengalami sakit tenggorokan dan nyeri dada, kata pemerintah prefektur.

    Dia pertama kali dites positif pada akhir Januari dan dikeluarkan dari rumah sakit setelah pulih pada 1 Februari, menurut pernyataan pemerintah prefektur.

    Menteri Kesehatan Katsunobu Kato mengatakan di parlemen pemerintah pusat perlu meninjau daftar pasien dan mengawasi kondisi pasien yang sebelumnya dikeluarkan, ketika para pakar kesehatan menganalisis implikasi pengujian positif untuk virus Corona setelah pemulihan awal.

    "Setelah Anda terinfeksi, infeksi ini dapat tetap tidak aktif dan dengan gejala minimal, dan kemudian Anda dapat mengalami eksaserbasi jika ditemukan di paru-paru," kata Philip Tierno Jr, Profesor Mikrobiologi dan Patologi di NYU School of Medicine.

    Tierno mengatakan masih banyak yang tidak diketahui tentang virus itu. "Saya tidak yakin bahwa ini bukan bi-phasic, seperti antraks," katanya, yang berarti penyakit ini tampaknya sudah hilang sebelum berulang.

    Ketika diminta untuk mengomentari prospek Olimpiade di Tokyo musim panas ini, Tierno mengatakan "Olimpiade harus ditunda jika ini berlanjut...Ada banyak orang yang tidak mengerti betapa mudahnya menyebarkan infeksi ini dari satu orang ke orang lain."

    Jepang telah mengubah strateginya dalam memerangi penularan, berupaya memperlambat penyebarannya dan meminimalkan jumlah kematian. Penyiar publik NHK mengatakan kru dari Diamond Princess akan mulai turun pada hari Kamis, dan mereka yang tidak memiliki gejala virus Corona akan tetap di fasilitas dekat Tokyo untuk pemantauan lebih lanjut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.