Mahathir Minta Maaf Atas Kisruh Politik Malaysia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahathir Mohamad. REUTERS

    Mahathir Mohamad. REUTERS

    TEMPO.COKuala Lumpur – Perdana Menteri interim Malaysia, Mahathir Mohamad, meminta maaf kepada rakyat sejak bubarnya koalisi partai pendukung pemerintah Pakatan Harapan.

    Mahathir tidak menjelaskan secara detil alasan pengunduran dirinya secara tiba-tiba sebagai Perdana Menteri ketujuh. Namun, dia mengatakan berada dalam posisi yang membuatnya sulit untuk mengambil keputusan.

    “Jadi saya mengundurkan diri karena saya tidak melihat kekuasaan dan posisi sebagai semuanya dan tujuan dari misi saya,” kata Mahathir seperti dilansir Malay Mail pada 26 Februari 2020.

    Mahathir melanjutkan,”Bagi saya, kekuasaan dan posisi adalah cara untuk mencapai tujuan atau instrumen untuk mencapai sebuah target. Dan target kami adalah kesejahteraan negara ini.”

    Seperti diberitakan, Mahathir mengundurkan diri dua hari lalu dengan menyerahkan surat pengunduran diri ke raja Malaysia.

    Raja lalu menunjuk Mahathir sebagai Perdana Menteri Interim Malaysia hingga PM definitif dan kabinet terpilih.

    Mahathir melakukan ini setelah partai yang didirikannya yaitu Partai Pribumi Bersatu Malaysia menyatakan keluar dari koalisi pendukung pemerintah.

    PPBM melakukan ini dengan tujuan membentuk pemerintahan baru dengan menggandeng Umno, yang merupakan partai penguasa sebelumnya dan kalah pada pemilu 2018.

    Mahathir, menurut Sekjen Partai Aksi Demokrasi Lim Guan Eng, menolak bekerja sama dengan para politikus Umno, yang dinilai korup. Lim mendukung posisi Mahathir dan menggalang kekuatan untuk mengusung pemimpin berusia 94 tahun itu sebagai PM ke delapan.

    Saat ini, seperti dilansir Channel News Asia, raja Malaysia sedang melakukan interview dengan 222 anggota parlemen untuk menentukan siapa dari mereka yang dianggap layak sebagai PM Malaysia. Proses itu akan berakhir pada sore ini waktu setempat. Mahathir menjabat posisi Perdana Menteri interim dengan kekuasaan penuh untuk menjalankan pemerintahan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.