Anwar Ibrahim: Mahathir Tak Terlibat Plot Pemerintahan Baru

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menemui Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad setelah ia bebas dari hukuman, di National Palace, Kuala Lumpur, Malaysia, 16 Mei 2018. Department of Information/Krish Balakrishnan/Handout via REUTERS

    Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menemui Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad setelah ia bebas dari hukuman, di National Palace, Kuala Lumpur, Malaysia, 16 Mei 2018. Department of Information/Krish Balakrishnan/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan Mahathir Mohamad menyangkal keterlibatan plot yang ingin membentuk koalisi pemerintahan baru tanpa Partai Keadilan Rakyat (PKR), Democratic Action Party (DAP), dan Partai Amanah.

    Anwar mengatakan bahwa Mahathir menyampaikan langsung kepadanya bahwa dia tidak setuju atau berencana bergabung dengan mereka yang berada di partai oposisi.

    "Tidak, saya pikir itu bukan dia karena namanya digunakan, oleh orang-orang di dalam partai saya dan di luar, menggunakan namanya," kata Anwar berbicara di markas PKR, dikutip dari Malay Mail, 25 Februari 2020.

    "Dia mengatakan dan menegaskan kepada saya apa yang dia katakan sebelumnya, bahwa dia tidak memainkan peran di dalamnya dan dia menegaskan dengan jelas, bahwa dia tidak akan pernah bekerja dengan mereka yang terkait dengan rezim masa lalu," katanya.

    Anwar mengatakan ini setelah kembali ke markas PKR usai audiensi dengan Yang di-Pertuan Agong.

    Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menjenguk Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat, Anwar Ibrahim, yang tengah dirawat di Rumah Sakit Rehabilitasi di Cheras, Kuala Lumpur, Sabtu sore 12 Mei 2018. Presiden PKR, Wan Azizah Wan Ismail, yang merupakan istri Anwar, turut hadir dalam pertemuan ini. Facebook.com/Bebas Anwar

    Presiden PKR tersebut juga mengungkapkan bahwa ia telah mencoba membujuk Dr Mahathir untuk tidak mundur sebagai perdana menteri tetapi tidak berhasil.

    "Kami berdiskusi dan saya mengajukan permohonan kepadanya atas nama Keadilan dan Pakatan Harapan (PH), bahwa pengkhianatan ini dapat ditangani bersama," lanjut Anwar.

    Sementara mantan menteri keuangan dan sekjen DAP, Lim Guan Eng, mengkritik pemimpin tertentu dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) atau disingkat Berastu, dan anggota partai PKR yang membelot yang dipimpin oleh Azmin Ali, karena telah memicu kekacauan politik.

    Dia menuduh mereka bertindak karena kepentingan pribadi dan "oportunisme politik murni" dan meminta orang Malaysia untuk menolak mereka.

    Lim, yang merupakan sekretaris jenderal DAP, seperti dikutip dari Malaysiakini, mengatakan bahwa orang Malaysia telah menjadi bingung oleh semua kekacauan politik ini yang ia samakan dengan opera sabun politik Game of Thrones.

    Lim mengatakan DAP tidak memiliki bagian dalam manuver politik yang menyebabkan runtuhnya pemerintahan koalisi Pakatan Harapan (PH) dan mengatakan partainya mendukung Mahathir untuk terus memimpin negara.

    DAP mendukung sikap Mahathir dalam menolak bekerja dengan para pemimpin Umno, yang ia tuduh korup. Para pemimpin Partai Amanah dan Partai Warisan juga menjanjikan dukungan mereka untuk Mahathir.

    Azmin Ali. REUTERS

    Pada Senin malam, seorang anggota Dewan Tertinggi PPBM mengatakan bahwa partai tersebut telah menolak pengunduran diri Dr Mahathir Mohamad sebagai ketua partai.

    Mohd Rafiq Naizamohideen mengatakan mereka ingin Mahathir terus memimpin partai.

    "Kami juga memberinya dukungan penuh untuk melanjutkan sebagai perdana menteri dan tidak hanya sebagai sementara," katanya setelah menghadiri pertemuan kepemimpinan PPBM setelah keputusan partai untuk meninggalkan koalisi Pakatan Harapan, yang telah membentuk pemerintahan sebelumnya, dikutip dari Free Malaysia Today.

    Pemerintah PH runtuh dengan pengunduran diri Mahathir, dan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong, yang menunjuknya sebagai perdana menteri sementara, juga telah mencabut semua pelantikan menteri.

    Mahathir mengundurkan diri sebagai perdana menteri dan ketua PPBM pada Senin, setelah seharian manuver politik oleh anggota parlemen PPBM, Umno, PAS, dan lainnya untuk membentuk koalisi baru untuk mengambil alih kekuasaan.

    Pengunduran diri Dr Mahathir sebagai perdana menteri, membuat Bersatu keluar dari koalisi PH sementara 11 anggota parlemen meninggalkan PKR untuk menjadi independen.

    Pengunduran Mahathir berarti koalisi Pakatan Harapan sekarang menjadi pemerintah minoritas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.