WN Australia Antusias Kunjungi Stan Indonesia di Festival Budaya

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan Indonesia menampilkan kesenian tradisional Bali di National Multicultural Festival (NMF) yang merupakan festival internasional terbesar di Canberra, Australia, 22 Februari 2020.[KBRI Canberra]

    Perwakilan Indonesia menampilkan kesenian tradisional Bali di National Multicultural Festival (NMF) yang merupakan festival internasional terbesar di Canberra, Australia, 22 Februari 2020.[KBRI Canberra]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengunjung asing antusias mengunjungi stan Indonesia dalam festival budaya internasional terbesar Australia, National Multicultural Festival (NMF), di Canberra.

    National Multicultural Festival (NMF) adalah festival internasional terbesar di Canberra, Australia. Festival tahun ini dihadiri 300.000 lebih pengunjung dari warga Australia dan warga internasional yang berdomisili di Canberra.

    Menurut rilis KBRI Canberra yang diterima Tempo 23 Februari 2020, stand Indonesia menyuguhkan ekspo mencakup tiga produk andalan Indonesia, yakni produk destinasi wisata bertema 10 New Bali, pameran karya seni dan kerajinan, dan produk dagang Indonesia yang telah masuk pasar Australia, baik dari UKM maupun industri.

    Tak kalah menariknya adalah ekspo produk rotan Indonesia yang memang sudah masuk ke pasar Australia. Beberapa produk yang dihadirkan meliputi Indofood, Mayora, Dua Kelinci, Kara, Sosro, Pertamina, produk UKM (Berdi Australia Pty Ltd) seperti aksesoris, tekstil dan produk tekstil, pakaian, busana batik, dan lain sebagainya.

    Stan Indonesia di National Multicultural Festival (NMF) menjual makanan dan produk khas Indonesia di Canberra, Australia, 22 Februari 2020.[KBRI Canberra]

    Antusiasme pengunjung, pelaku usaha dan masyarakat internasional ke stand Indonesia terlihat di sepanjang acara NMF 2020. Salah satu daya tariknya adalah dengan permainan berhadiah langsung produk Indonesia. Strategi ini ampuh, di mana para pengunjung rela antre untuk ikut bermain dan memenangkan hadiah. 

    Uniknya, di antara pengunjung stan Indonesia ada yang mengenakan batik, dan bahkan mencoba mempraktekkan kemampuan Bahasa Indonesia sambil melihat pameran materi pengajaran Bahasa Indonesia. "Apa kabar? Selamat sore! Saya belajar Bahasa Indonesia," demikian sapa mereka. Hal ini menunjukkan kedekatan hati para Friends of Indonesia kepada Indonesia.

    Banyak pengunjung yang sudah tidak asing lagi dengan produk-produk Indonesia yang dipamerkan. Para pengunjung lainnya menyambut gembira banyaknya produk baru dari Indonesia di pasar Australia.

    Warga asing berfoto di booth Indonesia di National Multicultural Festival (NMF) Canberra, Australia, 22 Februari 2020.[KBRI Canberra]

    Tidak sedikit pengunjung yang bahkan menikmati makanan camilan dengan rasa durian, mencoba berbagai produk sepatu dan pakaian, menikmati kopi, teh, dan produk mie cepat saji, yang sangat disukai anak-anak Australia.

    "Saya suka sekali masakan Indonesia, dan saya mau ke Indonesia lagi," kata Miranda, warga Melbourne yang baru-baru ini mengunjugi Jakarta dan Surabaya.

    Tahun ini Indonesia menampilkan Tari Barong Bali di tengah penampilan 10 negara Asia Tenggara di panggung ASEAN Village yang dibuka oleh Chief Minister Australian Capital Territory (ACT), Andrew Barr, Menteri Multikutur ACT, Christ Steel, dan disaksikan oleh semua Kepala Perwakilan negara-negara ASEAN.

    Pada bagian parade budaya NMF yang menempuh kurang lebih 2 km di pusat kota Canberra, Indonesia membentuk barisan sepanjang 100 meter yang menampilkan budaya Bali sebagai tema utama, lengkap dengan iringan alat musik gamelan yang dimainkan langsung.

    Parade Indonesia didukung oleh staf KBRI Canberra, masyarakat, diaspora dan mahasiswa Indonesia yang menampilkan gerakan Tari Kecak dan Pendet di sepanjang rute parade.

    National Multicultural Festival yang dihadiri sebagian besar penduduk Canberra merupakan salah satu wahana promosi yang tepat di Australia, baik untuk promosi pariwisata, promosi produk, promosi kuliner maupun promosi budaya Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.