Diabaikan Korsel, Pembelot Korea Utara Dirikan Partai Politik

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan wakil duta besar Korea Utara untuk Inggris, Thae Yong-Ho mengikuti upacara peluncuran partai politik South-North Unification Party, menjelang pemilihan umum negara itu pada bulan April, di Seoul, Korea Selatan, 18 Februari 2020. REUTERS/Heo Ran

    Mantan wakil duta besar Korea Utara untuk Inggris, Thae Yong-Ho mengikuti upacara peluncuran partai politik South-North Unification Party, menjelang pemilihan umum negara itu pada bulan April, di Seoul, Korea Selatan, 18 Februari 2020. REUTERS/Heo Ran

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi pembelot Korea Utara yang tinggal di Korea Selatan resmi mendirikan partai politik untuk bertarung dalam pemilihan umum April mendatang.

    Partai politik yang diberi nama Partai Unifikasi Selatan-Utara diluncurkan di Seoul, Korea Selatan pada hari Selasa, 18 Februari 2020.

    Partai Unifikasi Selatan-Utara menjadi wadah bagi 33.500 pembelot Korea Utara di Korea Selatan untuk memperjuangkan hak politik mereka secara langsung.

    Reuters melaporkan, pendirian partai politik ini tak lepas dari rasa kecewa pada pemerintah Korea Selatan yang kurang memperhatikan suara para pembelot Korea Utara.

    "Kami selalu dianggap sebagai minoritas dan alien," kata Kim Joo-il, sekretaris jenderal Partai Unifikasi Selatan-Utara di sela acara peresmian partai tersebut.

    Pemerintah Korea Selatan juga dianggap sangat kurang memberikan dukungan terhadap para pembelot.

    Salah satu bukti minim dukungan terhadap pembelot Korea Utara terjadi tahun lalu ketika dua warga Korea Utara direpatriasi, lalu seorang pembelot perempuan dan anak laki-lakinya usia 6 tahun ditemukan tewas kelaparan di apartemennya di Seoul.

    Para pembelot Korea Utara ini mengkritik keras pemerintahan presiden Moon Jae-in yang menyingkirkan mereka dan mengabaikan HAM dalam memperbaiki hubungannya dengan Korea Utara.

    Meski sebagai alat menyuarakan kepentingan politik mereka, para pembelot Korea Utara ini khawatir dampak adanya partai politik ini terhadap keluarga mereka yang tinggal di Korea Utara.

    "Hal yang paling ditakuti Kim Jong Un adalah ketika harga diri para pembelot Korea Utara bangkit," kata Kim Yong-tae, anggota parlemen yang menghadiri peresmian partai politik pembelot Korea Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.