Lima Perempuan Pemimpin Partai Mendominasi Politik Finlandia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat perdana menteri Finlandia, Sanna Marin, terlihat bersama runner up Antti Lindtman setelah pemilihan kandidat perdana menteri oleh Partai SDP di Helsinki, Finlandia, 8 Desember 2019.[REUTERS]

    Kandidat perdana menteri Finlandia, Sanna Marin, terlihat bersama runner up Antti Lindtman setelah pemilihan kandidat perdana menteri oleh Partai SDP di Helsinki, Finlandia, 8 Desember 2019.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan Finlandia kini memasuki era baru ketika perempuan menguasai politik Finlandia.

    Menteri Transportasi Finlandia, Sanna Marin, pada Ahad dipilih oleh Partai Sosial Demokrat (SDP) untuk menjadi perdana menteri menggantikan PM Rinne yang mengundurkan diri akibat mosi tidak percaya, dikutip dari Reuters, 9 Desember 2019.

    Rinne mengundurkan diri pada hari Selasa setelah sebuah partai dalam koalisi, Partai Tengah, mengatakan pihaknya telah kehilangan kepercayaan atas penanganannya mengendalikan pemogokan layanan pos.

    Sanna Marin yang baru berusia 34 tahun menjadi perdana menteri termuda, bukan hanya dalam sejarah Finlandia, tetapi juga termuda di dunia.

    Terpilihnya Marin menguatkan peran perempuan dalam politik Finlandia.

    Kandidat perdana menteri Finlandia berikutnya, Sanna Marin, setelah pemungutan suara calon perdana menteri Partai SDP di Helsinki, Finlandia, 8 Desember 2019. [Vesa Moilanen / Lehtikuva / via REUTERS]

    Ketika Partai Tengah memilih Katri Kulmuni sebagai pemimpin baru akhir pekan lalu, sejarah politik Finlandia membuka halaman baru: sekarang mayoritas kursi partai adalah perempuan. Dari delapan partai di Parlemen, lima memiliki pemimpin perempuan, menurut Yleisradio Oy (Yle), radio nasional Finlandia.

    Selain itu, Jutta Urpilainen menjadi perempuan Finlandia pertama yang menjadi calon resmi Komisi Eropa. Dia sebelumnya adalah perempuan pertama yang melayani sebagai menteri keuangan dan untuk memimpin Partai Sosial Demokrat (SDP).

    Kemajuan perempuan ke tingkat atas politik Finlandia lambat. Pada tahun 1907, Finlandia menjadi salah satu negara pertama di dunia yang mengizinkan perempuan di Parlemen, memilih 19 anggota parlemen perempuan tahun itu, sementara Finlandia masih menjadi Adipati Agung di bawah Tsar Rusia. Negara ini memperoleh kemerdekaan satu dekade kemudian, tetapi baru pada tahun 1990-an perempuan mulai memegang posisi politik yang kuat.

    Namun, kemajuan perempuan dalam politik relatif cepat dibandingkan dengan di sektor bisnis, misalnya, menurut Ilkka Ruostetsaari, profesor politik di University of Tampere.

    "Perempuan membentuk bagian yang lebih besar dari elit politik daripada kelompok elit lainnya. Politik telah menjadi saluran yang lebih terbuka bagi perempuan untuk bangkit," katanya kepada Yle.

    Perempuan masih kurang terwakili dalam manajemen perusahaan tingkat atas, kata Ruostetsaari. Dan peran ketenagakerjaan masih sering dibagi berdasarkan gender.

    "Kami masih memiliki banyak sektor dalam kehidupan kerja yang didominasi oleh laki-laki atau perempuan. Jadi tentu ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memajukan kesetaraan," kata Kulmuni.

    Partai-partai lain dalam pemerintahan koalisi Finlandia juga dipimpin oleh perempuan, beberapa di antaranya berusia di bawah 35 tahun, menurut Business Insider.

    Jurnalis ekonomi, bisnis, dan politik surat kabar dari Helsingin Sanomat, Tuomas Niskakangas, menyebut ada lima perempuan muda pemimpin partai yang memimpin pemerintahan Finlandia.

    Empat dari pemimpin partai relatif muda di bawah 35 tahun, yakni: Sanna Marin, 34 tahun, dari Partai Sosial Demokrat; Li Andersson, 32 tahun, dari Aliansi Kiri; Katri Kulmuni, 23 tahun, dari Partai Tengah; Maria Dhisalo, 23 tahun, dari Liga Hijau; dan Anna-Maja Henriksson, 55 tahun, dari Partai Rakyat Swedia-Finlandia.

    Dan kelima pemimpin partai memegang posisi menteri di kabinet Finlandia: Katri Kulmuni sebagai Menteri Urusan Ekonomi, Maria Ohisalo sebagai Menteri Dalam Negeri, Li Andersson sebagai Menteri Pendidikan dan Anna-Maja Henriksson sebagai Menteri Kehakiman.

    Sementara Sanna Marin, yang sebelumnya menjabat menteri transportasi mengalahkan Antti Lindtman, ketua kelompok parlemen partai, selama pemilihan kepemimpinan Partai Sosial Demokrat (SDP).

    Marin mengawali karir politik sejak menjadi wali kota di Tampere, kota asalnya, pada usia 27 tahun. Kemudian dia masuk parlemen Finlandia pada 2015.

    Sebagai pemimpin termuda di dunia, Marin bergabung bersama pemimpin muda dunia lain termasuk Jacinda Ardern berusia 39 tahun, Perdana Menteri Ukraina Oleksiy Honcharuk 35 tahun. Dan terpaut 12 bulan dari diktator Korea Utara Kim Jong Un yang berusia 35 tahun.

    Sanna Marin akan mendapat tantangan menyelesaikan gelombang pemogokan yang sudah berlangsung selama 3 hari, dan ditaksir akan merugikan perusahaan besar senilai 500 juta euro atau Rp 7,75 triliun, menurut Konfederasi Industri Finlandia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?