Tiga WNI di Kapal Diamond Princess Tertular Virus Corona

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang melihat keluar dari dek kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang 12 Februari 2020. [REUTERS / Kim Kyung-hoon]

    Penumpang melihat keluar dari dek kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang 12 Februari 2020. [REUTERS / Kim Kyung-hoon]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri mengungkapkan bahwa tiga warga negara Indonesia yang berada di kapal Diamond Princess, Jepang, positif terjangkit virus Corona (COVID-19). Ketiganya adalah kru yang bertugas di kapal tersebut.

    "Saya memperoleh informasi, 3 dari 78 kru yang berasal dari Indonesia confirmed (tertular virus Corona)," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai penyambutan tim evakuasi dari Wuhan, Cina, Selasa, 18 Februari 2020.

    Retno melanjutkan, ketiga kru tersebut sudah termasuk dalam 446 pasien virus Corona yang berada di kapal Diamond Princess. Adapun dua di antaranya sedang menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Chiba, sementara yang satu lagi baru akan dibawa ke rumah sakit.

    Perihal apa yang akan dilakukan kepada ketiganya, Retno menyakinkan bahwa pemerintah Indonesia akan terus memberikan perhatian terhadap mereka. Selain itu, pemerintah Indonesia juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah Jepang dan agen penyedia kru untuk memastikan ketiganya dirawat dengan baik.

    "Saya akan meminta konfirmasi ke pemerintah Jepang mengenai langkah mereka setelah tanggal 19 Februari esok," ujar Retno.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kapal Diamond Princess tertahan di dermaga Yokohama, Jepang, sejak tanggal 4 Februari lalu karena ketahuan membawa penumpang tertular virus Corona (COVID-19). Pemerintah Jepang melarang penumpang dan kru untuk turun sampai mereka selesai diperiksa oleh otoritas kesehatan Jepang.

    Pemerintah Jepang menargetkan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh kru dan penumpang usai pada tanggal 19 Februari esok. Itulah kenapa Menteri Luar Negeri ingin mengetahui apa langkah Jepang setelah tanggal 19 Februari. "Koordinasi akan terus dilakukan," ujar Retno mengakhiri.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.