Cegah Virus Corona, Bank di Cina Karantina Uang Kertas Yuan

Pihak penyelenggara menyiapkan uang kertas pecahan 100-yuan di dalam kotak kaca saat perayaan Festival Musim Semi di Hangzhou, Zhejiang, Cina, 27 Januari 2016. Pengunjung diizinkan untuk mengambil semua uang yang mereka bisa ambil dengan tangan dalam waktu satu menit. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah bank di Cina menyinari uang kertas yuan dengan sinar ultra violet atau memanasinya dengan suhu tinggi untuk mencegah wabah virus Corona.

Uang kertas yuan kemudian dibalut dan dikarantina selama 14 hari atau tergantung dengan keparahan wabah virus Corona di wilayah tertentu, sebelum uang itu diedarkan kembali. Perlakuan terhadap uang kertas yuan itu dikemukakan oleh pejabat Bank Sentral Cina dalam konferensi pers pada hari Sabtu, 15 Februari 2020.

Upaya mencegah wabah virus Corona lainnya, menurut Wakil gubernur Bank Sentral Cina, Fan Yifei bank didesak untuk memberikan uang kertas baru kepada para konsumen.

Bank Sentral Cina juga menerbitkan uang darurat sebesar r 4 miliar yuan atau setara dengan Rp 7,8 triliun untuk provinsi Hubei. Virus Corona pertama ditemukan di Wuhan, ibukota provinsi Hubei dan dengan cepat menular ke seluruh wilayah Cina pada saat liburan Imlek.

"Langkah ini untuk memastikan keselamatan masyarakat dan kesehatan saat menggunakan uang tunai," kata Fan, sebagaimana dilaporkan Asiaone, 15 Februari 2020.

Namun begitu, tidak secara jelas diketahui bagaimana dampak luas anti-kuman yang dibuat Bank Sentral Cina ini nantinya bekerja, mengingat banyak warga Cina lebih menyukai menggunakan pembayaran non-tunai lewat aplikasi mobile payment beberapa tahun terakhir.






Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

14 jam lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

9 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


27 Tewas dalam Kecelakaan Bus Pengangkut Pasien Covid di China

12 hari lalu

27 Tewas dalam Kecelakaan Bus Pengangkut Pasien Covid di China

Sebanyak 27 orang tewas dan 20 lainnya luka-luka ketika sebuah bus pengangkut warga China yang terpapar Covid-19, kecelakaan di provinsi Guizhou.


Kiat Cegah Penularan Cacar Monyet di Rumah

14 hari lalu

Kiat Cegah Penularan Cacar Monyet di Rumah

Semua pihak diminta mencegah penularan cacar monyet dimulai dari rumah sesuai tata laksana yang berlandaskan protokol kesehatan.


Ini 7 Negara di Asia yang Sudah Longgarkan Aturan Masuk

19 hari lalu

Ini 7 Negara di Asia yang Sudah Longgarkan Aturan Masuk

7 negara di Asia sudah melonggarkan aturan masuk wisatawan asing untuk menikmati tempat wisata tanpa aturan ketat seperti karantina.


Mahathir Mohamad Terinfeksi Virus Corona, Kini Dirawat di Rumah Sakit

30 hari lalu

Mahathir Mohamad Terinfeksi Virus Corona, Kini Dirawat di Rumah Sakit

Mahathir Mohamad dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan terinfeksi virus Corona.


3 Komponen yang Pengaruhi Reinfeksi Covid-19

35 hari lalu

3 Komponen yang Pengaruhi Reinfeksi Covid-19

Pakar patologi klinik menyebut terjadinya reinfeksi atau penularan berulang tergantung pada tiga komponen penting COVID-19. Apa saja?


China Masih Wajibkan Karantina 10 Hari untuk Pendatang

35 hari lalu

China Masih Wajibkan Karantina 10 Hari untuk Pendatang

Pemerintah China masih mewajibkan penumpang internasional untuk melakukan tes Covid-19 sebelum berangkat dan karantina pada saat kedatangan.


Cacar Monyet di Jakarta, Pemkab Tangerang Siapkan Fasilitas Karantina

37 hari lalu

Cacar Monyet di Jakarta, Pemkab Tangerang Siapkan Fasilitas Karantina

Pemkab Tangerang menyiapkan fasilitas karantina untuk mengantisipasi seiring ditemukan kasus cacar monyet di Jakarta


Kim Jong Un Demam Tinggi Saat Pandemi Covid-19 Mewabah

50 hari lalu

Kim Jong Un Demam Tinggi Saat Pandemi Covid-19 Mewabah

Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un sebelumnya mengatakan kakaknya sempat sakit parah dan demam tinggi saat kasus Covid-19 merebak di Korea Utara.