Pegawai KFC Terinfeksi Virus Corona di Cina

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang yang mengenakan masker dan jas hujan plastik saat keluar dari stasiun kereta api di Shanghai, Cina, Jumat, 7 Februari 2020. Lebih dari 37.000 orang terinfeksi virus corona di negara Tirai Bambu tersebut, dengan jumlah korban tewas mencapai 814 orang dan 2.922 telah dinyatakan sembuh. REUTERS/Aly Song

    Penumpang yang mengenakan masker dan jas hujan plastik saat keluar dari stasiun kereta api di Shanghai, Cina, Jumat, 7 Februari 2020. Lebih dari 37.000 orang terinfeksi virus corona di negara Tirai Bambu tersebut, dengan jumlah korban tewas mencapai 814 orang dan 2.922 telah dinyatakan sembuh. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.COBeijing – Seorang pegawai di gerai makanan cepat saji KFC di Cina terinfeksi virus Corona. Pekerja ini bertugas menyajikan makanan di konter kepada para pelanggan di Kota Xian, Provinsi Shaanxi.

    “Otoritas Cina mengidentifikasikan pasien ini bekerja di tempat makan di pusat perbelanjaan Xiaozhai Intime,” begitu dilansir Daily Time pada Ahad, 9 Februari 2020.

    Pengelola jaringan waralaba gerai KFC di Cina telah menutup banyak konter karena merebaknya wabah virus Corona, yang telah menewaskan 811 orang pada akhir pekan lalu. Ada sekitar 37 ribu kasus infeksi virus Corona di 25 negara dengan mayoritas di Cina.

    Pengelola waralaba Yum Cina, yang mengoperasikan gerai Pizza Hut, Taco Bell, dan KFC, mengumumkan telah menutup sementara 9.200 outlet.

    Manajemen mengatakan proyeksi laba perusahaan pada tahun ini bakal terdampak secara signifikan akibat penutupan gerai terkait merebaknya wabah virus Corona. Perusahaan menjalankan bisnis di 1.300 kota di Cina.

    “Prioritas utama kami adalah kesehatan dan keamanan dari pegawai dan pelanggan,” kata Joey Wat, kepala eksekutif Cina. “Kami telah mengimplementasikan sejumlah langkah pencegahan di sejumlah restoran kami dan tempat kerja untuk melindungi pegawai dan pelanggan.”

    Reuters melansir virus Corona ini mulai merebak pada Desember 2019 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Asal virus diperkirakan dari pasar hewan yang menjual berbagai jenis hewan seperti kelelawar, koala dan trenggiling.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.