Polisi Laut Malaysia Gagalkan Penyelundupan Masker

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepolisian Laut Sabah pada 5 Februari 2020 menggagalkan upaya penyelundupan masker atau penutup wajah menyusul kelangkaan produk itu di Malaysia. Sumber: THE STAR/ASIA NEWS NETWORK/asiaone.com

    Kepolisian Laut Sabah pada 5 Februari 2020 menggagalkan upaya penyelundupan masker atau penutup wajah menyusul kelangkaan produk itu di Malaysia. Sumber: THE STAR/ASIA NEWS NETWORK/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi Laut Sabah, Malaysia, menyita sebuah pengiriman yang berisi masker atau penutup wajah yang hendak diselundupkan dari Indonesia ke Tawau, Sabah, Malaysia. Asisten Komandan Polisi Laut Sabah, Mohamad Pajeri, mengatakan pihaknya telah menyita enam kadus masker senilai RM 4.800 atau sekitar Rp 15 juta. 

    Dikutip dari asiaone.com, Pajeri mengatakan sebuah tim patroli mencegat sebuah perahu berpenumpang di Sungai Haji Kuning, Tawau, Malasia, pada 5 Februari 2020 sekitar pukul 2.30 siang. Nahkoda perahu diketahui seorang WNI, 40 tahun, yang sudah ditahan terkait penyitaan perahu dan muatannya dalam operasi Gelora.   

    Seluruh bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) siap mencegah penyebaran virus Corona ke Indonesia.

    Nahkoda segera dimintai keterangan dan dia menjelaskan masker atau penutup wajah itu milik seorang warga negara Malaysia. Namun nahkoda, yang tidak dipublikasi identitasnya itu. gagal memberikan dokumen atau izin untuk membawa masker tersebut. 

    Menurut Pajeri, tindakan nahkoda itu adalah sebuah pelanggaran karena mengimpor barang apapun tanpa adanya izin dari bea cukai sama dengan melanggar undang-undang bea cukai 1967. 

    Dalam beberapa pekan terakhir banyak toko di Sabah, Malaysia, saat ini kehabisan masker atau penutup wajah menyusul tingginya permintaan dunia atas barang tersebut setelah virus corona atau novel 2019-nCoV menyebar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.