Penduduk Jincheon Ogah Menerima Warga Korea Selatan dari Wuhan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang menggunakan masker saat menunggu taksi di Stasiun West Kowloon, sebelum ditutup sementara akibat virus corona semakin menyebar di Hong Kong, 29 Januari 2020. Hong Kong menutup empat perbatasan darat dengan Cina untuk sementara waktu. REUTERS/Tyrone Siu

    Sejumlah penumpang menggunakan masker saat menunggu taksi di Stasiun West Kowloon, sebelum ditutup sementara akibat virus corona semakin menyebar di Hong Kong, 29 Januari 2020. Hong Kong menutup empat perbatasan darat dengan Cina untuk sementara waktu. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Jakarta - Penduduk lokal di Jincheon dan Asan, Korea Selatan, menolak rencana pemerintah membawa warga Korea Selatan dari Wuhan ke sana untuk proses karantina. Mereka khawatir kepulangan mereka justru akan membawa virus Corona ke Jincheon dan Asan.

    Untuk menunjukkan penolakan mereka, penduduk Jincheon dan Asan memblokir akses ke pusat karantina dan melempari Menteri Dalam Negeri Chin Young dengan telur pada Kamis ini, 30 Januari 2020. "Kalau memang aman, kenapa tidak kamu tampung saja mereka di rumahmu," ujar salah satu pengunjuk rasa kepada Young sebagaimana dikutip dari Reuters.

    Hingga berita ini ditulis, angka kasus virus Corona memang terus meningkat yang memicu kepanikan dari berbagai warga negara-negara di Asia. Angka terbaru, ada 170 korban meninggal akibat virus Corona plus 7909 kasus orang terjangkit virus yang menyebabkan gangguan pernafasan dan demam tersebut.

    Mayoritas kasus terjangkit virus Corona terjadi di kawasan Cina dan sekitarnya. Sementara itu, di negara-negara Asia selain Cina, angkanya relatif kecil. Korea Selatan, misalnya, diketahui ada 4 orang yang teridentifikasi telah terjangkit virus Corona.

    Terus meningkatnya kasus virus Corona pada akhirnya mendorong berbagai negara untuk segera mengevakuasi warganya dari Wuhan, pusat penyebaran virus Corona. Korea Selatan adalah salah satu di antaranya yang memiliki kurang lebih 700 warga di sana. Namun, karena pembatasan akses dari Cina, Korea Selatan hanya bisa mengevakuasi sebagian yang akan langsung dibawa ke Jincheon dan Asan untuk karantina pada hari ini.

    Penolakan warga di Jincheon dan Asan memperparah proses evakuasi yang sudah sulit. Mereka percaya betul bahwa dibawanya warga Korea Selatan dari Wuhan ke Jincheon dan Asan akan membuat mereka terdampak. Mereka kemudian memblokir akses ke pusat karantina dengan alat berat.

    "Saudara kita di Wuhan menderita, jadi sudah saatnya kita membawa mereka pulang ke Korea bukan?" ujar Menteri Young mencoba membujuk warga. Warga bergeming dan tetap menolak. Anak kecil pun ikut menolak.

    "Aku tidak menyukai teman-teman ku yang baru saja pulang dari Jepang atau Cina karena mereka bisa saja membawa virus," ujar Song Ji-hoo, anak berusia 6 tahun yang menemani ibunya berunjuk rasa.

    Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in menuding pemberitaan media yang berlebihan serta berita bohong sebagai dalang dari penolakan warga. Ia telah memerintahkan kepolisian untuk menghapus berita berita bohong dan meminta warga untuk tidak takut terhadap saudara mereka yang datang dari Wuhan.  
    "Senjata yang akan melindungi kita dari virus Corona bukanlah rasa takut dan prasangka, tetapi rasa percaya dan kerjasama," ujar Moon.

    REUTERS | ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.