Otoritas Cina Gelontorkan Rp 119 Triliun Hadapi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah alat berat bekerja untuk membangun rumah sakit baru untuk merawat pada pasien virus corona di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, 24 Januari 2020. Rumah sakit tersebut nantinya akan memiliki 1.000 ranjang pasien untuk perawatan virus Corona. cnsphoto via REUTERS.

    Sejumlah alat berat bekerja untuk membangun rumah sakit baru untuk merawat pada pasien virus corona di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, 24 Januari 2020. Rumah sakit tersebut nantinya akan memiliki 1.000 ranjang pasien untuk perawatan virus Corona. cnsphoto via REUTERS.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Kesehatan Nasional dan Kementerian Keuangan Cina mengatakan pemerintah mengalokasikan dana sebesar sekitar US$8.74 miliar atau sekitar Rp119 triliun untuk menangani penyebaran virus Corona.

    Saat ini, penyebaran virus Corona telah menelan korban jiwa 81 orang. Pemerintah Cina juga memperpanjang libur Tahun Baru Cina untuk meredam penyebaran ini dengan cara membuat warga tinggal di rumah masing-masing.

    Sejumlah perusahaan swasta besar juga meliburkan karyawan hingga meminta karyawan bekerja dari rumah saja.

    “Sedangkan Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional Cina mengatakan pemerintah mengalokasikan dana sekitar 300 juta yuan untuk pembangunan rumah sakit di Wuhan untuk merawat pasien terinfeksi virus Corona,” begitu dilansir Reuters dengan mengutip Xinhua pada Senin, 27 Januari 2020.

    Rumah sakit ini sedang dalam pembangunan dan ditargetkan bisa beroperasi dalam waktu sepekan.

    Secara terpisah, Aljazeera melansir sekitar 20 kota termasuk ibu kota Wuhan di Provinsi Hubei terkena larangan perjalanan atau isolasi oleh pemerintah untuk meredam penyebaran virus Corona.  

    Sejumlah orang yang berangkat dari Wuhan ke sejumlah negara juga terkena infeksi virus Corona ini. Misalnya, ini terjadi di AS, Australia, dan Singapura.

    Aljazeera melansir otoritas Korea Selatan mengkonfirmasi kasus infeksi keempat yang dialami seorang pria berusia 55 tahun. Dia baru saja kembali dari Wuhan pada 20 Januari dan telah terkonfirmasi tes laboratorium terkena virus Corona itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.