Perempuan AS Tabrak Mobil Lain untuk Menguji Iman

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mobil tabrakan. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi mobil tabrakan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang perempuan Pennsylvania, Amerika Serikat, ditangkap setelah mengklaim mengebut di jalanan yang macet dan menabrak mobil dengan tiga penumpang untuk "menguji imannya".

    Kecelakaan ini terjadi pada 7 Januari ketika terdakwa bernama Nadejda Reilly, 31 tahun, berkendara di jalan raya selama beberapa jam menunggu "panggilan dari Tuhan", menurut pernyataan tertulis dari Kepolisian Negara Bagian Pennsylvania, dikutip dari CNN, 21 Januari 2020.

    Ketika dia melihat sebuah mobil melaju di seberang State Route 93, dia diduga "ingin menguji imannya dengan mengemudi dan menabrak kendaraan lain."

    Dia mengendarai KIA Optima 2017 ke jalur lalu lintas yang berlawanan dan menabrak mobil.

    Reilly dan dua korban yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Lehigh Valley-Hazleton, kata seorang polisi David Peters. Tidak jelas seberapa parah kondisi mereka, kata Peters, menambahkan bahwa orang ketiga di mobil itu tidak terluka.

    "Reilly menceritakan bahwa Tuhan merawatnya dengan tidak melukainya," tulis polisi Bruce Balliet dari Pennsylvania State Trooper dalam surat pernyataan penangkapan, dikutip dari ABC News. "Reilly tidak menyatakan keprihatinan atau penyesalan bagi para korban. Reilly juga menyatakan dia tidak peduli jika orang lain terluka karena Tuhan akan merawat mereka."

    Seminggu kemudian, seorang hakim mencabut jaminannya karena dia menganggapnya ancaman bagi dirinya sendiri dan masyarakat, menurut dokumen pengadilan.

    Satu orang dewasa korban kecelakaan dirawat dan diperbolehkan pulang, kata Brian Downs, petugas informasi publik untuk Lehigh Valley Health Network. Korban lainnya yang dibawa ke rumah sakit adalah seorang gadis berusia 14 tahun.

    Reilly pada awalnya diberikan jaminan sebesar US$ 50.000 atau Rp 683 juta, tetapi Hakim Joseph D. Homanko Sr mencabutnya Rabu lalu. Hakim menyatakan di pengadilan bahwa berdasarkan tuduhan itu, alasannya untuk mencabut jaminan adalah untuk melindungi masyarakat dan untuk memastikan bahwa Reilly menerima bantuan yang diperlukan untuk perawatannya, menurut pengacara Reilly, Andrew Theyken Bench.

    Reilly didakwa dengan penyerangan, membahayakan orang lain, dan pelanggaran lalu lintas terkait dengan tabrakan mobil tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.