Kini Pangeran Harry Dilarang Pakai Seragam Militer di Acara Resmi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Harry dari Inggris dan istirnya Meghan Markle menghadiri Field of Remembrance di Westminster Abbey di London, Inggris 7 November 2019. Field of Remembrance merupakan peristiwa salah satu dari banyak menjelang Remembrance Day secara resmi pada 11 November, untuk menghormati mereka yang meninggal dalam Perang Dunia I. Wigglesworth/Pool via REUTERS

    Pangeran Harry dari Inggris dan istirnya Meghan Markle menghadiri Field of Remembrance di Westminster Abbey di London, Inggris 7 November 2019. Field of Remembrance merupakan peristiwa salah satu dari banyak menjelang Remembrance Day secara resmi pada 11 November, untuk menghormati mereka yang meninggal dalam Perang Dunia I. Wigglesworth/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pangeran Harry, Duke of Sussex, dilarang mengenakan seragam militernya setelah dia setuju mundur dari dinas Angkatan Bersenjata Kerajaan Inggris.

    Menurut aturan, personel pensiunan dapat memakai medali mereka, tetapi tidak seragam di acara resmi setelah mereka meninggalkan dinas militer, dan ini berlaku juga bagi Harry.

    Menurut The Telegraph, 19 Januari 2020, Pangeran Harry ditugaskan pada 2006 dan meninggalkan Angkatan Darat pada 2015, setelah menjalani dua tur operasional Afganistan dua kali pada waktu itu. Di Angkatan Darat ia dikenal sebagai 'Kapten Wales'.

    Tetapi di bawah syarat kesepakatan untuk menjauh dari tugas-tugas Kerajaan Inggris, ia akan menyerahkan semua tugas dan sumpah militer. Pengumuman itu dibuat oleh Istana Buckingham pada Sabtu malam.

    Pengunduran dirinya dari tiga peran kehormatan di militer akan mencegahnya mengenakan seragam di acara-acara publik seperti Trooping the Color and Remembrance Sunday di cenotaph.

    Gelar militer resmi yang dipegang Harry termasuk Kapten Jenderal Marinir, Komandan Udara Kehormatan Royal Air Force Honington, dan Komodor Kepala Kapal Kecil dan Operasi Selam Angkatan Laut Kerajaan, menurut Mirror.

    Pangeran Harry, mengenakan monocle gun sight saat memiloti helikopter di Kamp Bastion, Afghanistan, 12 Desember 2012. Ia pernah bertugas di Afghanistan sebagai pilot helikopter Angkatan Darat. John Stillwell - WPA Pool/Getty Images

    Gelar militer tertinggi Pangeran Harry adalah sebagai Kapten Jenderal Marinir Kerajaan, sebuah peran yang diserahkan oleh sang Ratu pada bulan Desember 2017, menggantikan Duke of Edinburgh.

    "Di waktu mendatang, ketika dia (Duke of Sussex) berada di acara militer dia harus mengenakan pakaian sipil karena dia tidak lagi terlibat dengan unit militer apapun. Sangat disayangkan. Sangat menyedihkan kehilangan dia dari militer," kata Lord West of Spithead, mantan Komandan Laut Pertama Kerajaan Inggris.

    Pangeran Harry masih akan bisa memakai medali termasuk medali Operational Service untuk pengabdiannya di Afganistan, tetapi protokol mencegahnya mengenakan seragam. Sebaliknya, kakaknya Pangeran William, yang tidak bertugas di zona konflik dan juga telah pensiun dari Angkatan Bersenjata Inggris, dapat mengenakan seragamnya karena berbagai penunjukan kehormatan militernya.

    Keputusan yang dibuat oleh Pangeran Harry dan Meghan Markle untuk menghabiskan lebih banyak waktu di Amerika utara, dan berhenti sebagai anggota senior Kerajaan Inggris yang diumumkan pada 8 Januari, telah disorot Marinir Kerajaan "Royal Marines". Sejauh ini belum diketahui siapa yang sekarang akan mengambil peran Kapten Jenderal Pangeran Harry.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.