Iran Masih Simpan Kotak Hitam Ukraine International Airlines

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas meilihat serpihan pesawat Ukraina International Airlines PS 752 yang jatuh usai take off dari bandara Internasional Imam Khomeini di pinggiran Tehran, Iran, 8 Januari 2020. Intelijen AS telah melacak sinyal rudal di radar dan satelit juga mendeteksi dua rudal permukaan-ke-udara dilincurkan, yang diluncurkan sebelum pesawat meledak. social media video via REUTERS

    Petugas meilihat serpihan pesawat Ukraina International Airlines PS 752 yang jatuh usai take off dari bandara Internasional Imam Khomeini di pinggiran Tehran, Iran, 8 Januari 2020. Intelijen AS telah melacak sinyal rudal di radar dan satelit juga mendeteksi dua rudal permukaan-ke-udara dilincurkan, yang diluncurkan sebelum pesawat meledak. social media video via REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaIran pada Minggu, 19 Januari 2020, memastikan sedang berusaha menganalisis data dalam kotak hitam Pesawat Ukraine Internastional Airlines PS752 yang tertembak jatuh pada 8 Januari lalu. Pernyataan Iran itu sekaligus membantah dugaan kalau data rekaman suara dan rekaman data kotak hitam dikirim ke Ukraina. 

    “Kami mencoba membaca kotak hitam ini di Iran. Jika tidak, opsi kami adalah Ukraina dan Prancis, namun sejauh ini belum ada keputusan yang diambil untuk mengirim kotak hitam tersebut ke negara lain,” Kata Hasan Rezaifar, direktur Organisasi Penerbangan Sipil Iran yang bertanggung jawab atas investigasi kecelakaan. 

    Sebelumnya Rezaifar mengatakan bahwa data di dalam kotak hitam tidak dapat diterjemahkan di Iran sehingga akan dikirim ke Ukraina setelah adanya permintaan berulang kali dari Kiev. 

    Pesawat Ukraine International Airlines PS 752 yang merupakan tipe Boeing 737-800, sedang dalam perjalanan dari Teheran menuju Ibu Kota Ukraina. Sebagian besar dari penumpangnya merupakan warga negara Iran atau campuran. 

    Menteri Luar Negeri Kanada Francois-Philippe Champagne mengatakan pihaknya pada Minggu, 19 Januari lalu telah meminta kepada Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif untuk mendesak pemerintah agar kotak hitam itu segera dikirim ke Ukraina atau Prancis. 

    Dewan Keselamatan Transportasi Kanada mengatakan dua penyidiknya telah meninggalkan Teheran pada hari Minggu setelah kunjungan yang bertujuan untuk memeriksa puing-puing pesawat selama enam hari. Tim penyelidik Iran telah bersifat kooperatif dan membantu, namun hingga saat ini mereka belum memiliki rencana pasti mengenai bagaimana dan kapan kotak hitam itu akan diunduh. 

    Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan Perancis adalah salah satu negara yang memiliki kemampuan baik untuk membaca informasi tentang perekam dalam kotak hitam.Badan kecelakaan udara Prancis BEA mengatakan pada Sabtu, 18 Januari 2020 bahwa pihaknya sedang menunggu permintaan bantuan resmi dari Iran.

    Petugas mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Ukraina International Airlines PS 752 di pinggiran Teheran, Iran, Rabu, 8 Januari 2020. Kotak hitam pesawat ini telah ditemukan dan akan dibawa untuk diteliti. Nazanin Tabatabaee/WANA- REUTERS

    Sebanyak 176 orang penumpang dan awak dalam pesawat tersebut tewas, dimana dari jumlah tersebut 57 penumpang adalah warga negara Kanada. Pemerintah Kanada dan beberapa negara lainnya yang warganya tewas dalam musibah ini telah meminta agar kotak hitam tersebut segera dikirim ke luar negeri. 

    Kecelakaan pesawat tersebut telah meningkatkan tekanan dunia terhadap Iran menyusul perselisihan yang telah berlangsung lama dengan Amerika Serikat mengenai program nuklirnya dan juga pengaruh Iran di kawasan yang telah menjadi konflik terbuka bulan ini. 

    Seorang juru bicara militer mengatakan, serangan tidak sengaja tersebut menjatuhkan pesawat Ukraina International Airline dengan nomor penerbangan 752. Pesawat tertembak rudal Iran yang seharusnya ditarget ke pangkalan militer pimpinan Amerika Serikat di Ira.

    Akan tetapi, sikap Teheran yang menunda mengakui hal ini telah memicu protes dari warganya. Kondisi ini telah membuat Iran disapu gelombang unjuk rasa selama hampir empat hari. Garda Revolusi Iran mengeluarkan permintaan maaf yang sangat besar, ketika pengunjuk rasa mengamuk.

    Galuh Kurnia Ramadhani | reuters.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.