Viral Video Sapi Berlutut Memohon Tak Disembelih

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor sapi diduga sedang hamil, memohon agar tidak disembelih. Sumber: Unilad

    Seekor sapi diduga sedang hamil, memohon agar tidak disembelih. Sumber: Unilad

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah rekaman video seekor sapi yang membuat hati basah viral di dunia maya. Video itu memperlihatkan sapi tersebut memohon diselamatkan agar tidak disembelih.

    Rekaman video itu diambil di sebuah rumah jagal di Cina, dimana sapi tersebut berlutut di kedua kaki depannya, memohon untuk dilepaskan. 

    Dikutip dari ndtv.com, sapi itu rencananya akan disembelih di sebuah rumah jagal di Kota Shantou di Provinsi Guangdong pada Minggu, 5 Januari 2020. Ketika hendak dipindahkan oleh pengusaha pemilik peternakan, sapi tersebut terus menolak berjalan. Dia bahkan terlihat menangis.

    Media lokal mewartakan sapi itu kemungkinan sedang hamil. Hal ini berkaca pada kuatnya keinginan sapi itu untuk tetap hidup. 

    “Ketika sapi tersebut tiba di rumah jagal dan tukang daging mulai menyeretnya keluar dari truk untuk masuk ke rumah jagal, sapi itu terus berlutut dan menangis,” kata orang dalam di rumah jagal itu.

    Seorang pekerja di rumah jagal merekam kejadian ini dan mengunggahnya ke media sosial. Unggahan itu langsung deras menuai komentar.

    Rekaman video itu ditonton sampai 7 juta kali dan video itu akhirnya sampai ke tangan para pecinta hewan, yang berinisiatif mengumpulkan uang agar sapi itu tidak jadi disembelih. 

    Kelompok Good Samaritans mengumpulkan uang 24.950 yuan atau Rp 49 juta untuk membeli sapi itu hidup-hidup. Sapi tersebut lalu diserahkan ke sebuah kuil Budha dan diterima oleh para biksu di sana. Para donatur juga memberikan uang 4 ribu yuan atau Rp 7,9 juta ke kuil itu biaya pemulihan sapi tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.